Jakarta, MEDIASERUNI – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mengkaji ulang kebijakan penggunaan Pertalite, bensin yang saat ini hanya diperuntukkan bagi motor dengan kubikasi mesin di bawah 250 cc.
Rencana ini dipicu oleh merebaknya motor matic 150 cc terbaru yang menggunakan teknologi injeksi, seperti Yamaha Nmax 155 dan Honda PCX 160.
Menurut laporan dari IDN Times, motor-motor tersebut, terutama yang dirilis pada tahun 2022, sudah lebih cocok menggunakan bahan bakar dengan RON 92 atau Pertamax.
Dampaknya, jika aturan revisi terhadap Perpres Nomor 191 disahkan, motor matic 150 cc tersebut tidak lagi bisa menggunakan Pertalite.
Rekomendasi untuk beralih ke bahan bakar yang lebih sesuai sudah disuarakan oleh beberapa pabrikan.
Yamaha Indonesia, melalui General Manager Marketing and Public Relation-nya, Anton Widiantoro menegaskan, motor matic 150 cc terbaru mereka harus menggunakan Pertamax untuk pembakaran yang lebih sempurna.
“Ya pasti memang diwajibkan pakai Pertamax, sehingga pembakarannya akan sempurna, motor juga bisa melaju dengan sempurna,” ungkapnya, mengutip Popmama, Rabu 17 April 2024.
Namun, Astra Honda Motor (AHM) berpendapat berbeda. Mereka menyatakan bahwa motor matic 150 cc mereka, seperti Honda PCX 160, masih bisa menggunakan RON 90 atau Pertalite sesuai dengan buku pedoman pemilik.
“Rekomendasi bahan bakar yang bisa digunakan adalah RON 90 atau lebih tinggi, sesuai dengan informasi yang juga tercantum pada buku pedoman pemilik,” ujar Technical Service Division PT. AHM Ade Muhajir.
Jika revisi terhadap Perpres Nomor 191 disetujui, beberapa motor matic 150 cc yang mungkin tidak bisa lagi menggunakan Pertalite adalah Honda PCX 160, Honda ADV 160, Honda Vario 160, Honda Stylo 160, Yamaha Nmax, dan Yamaha Aerox. (Mds/*)