Karawang, MEDIASERUNI.ID – Pemerintah Desa Cikampek Utara menggelar Musyawarah Desa atau Musdes membahas pengesahan dan penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa APBDES tahun anggaran 2026, di aula Desa Cikampek Utara Kecamatan Kotabaru Karawang Jawa Barat, Rabu 14 Januari 2026.
Acara tersebut dipimpin langsung PJS kepal desa Yayat Ruhiat, dan dihadiri perangkat desa, BPBD, pendamping kecamatan, LPM, Pendamping desa, pendamping PKH, setra Karangtaruna.
Sekertaris Desa Yuyu Rahayu menyampaikan, ada beberapa perubahan mengenai anggaran dana desa yang terserap oleh Koprasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurutnya aparatur desa tinggal pintar-pintar mengolah anggaran sebesar Rp. 373.000.000 yang harus dibagi-bagi.
“Ke BLT, ketahanan Pangan, Infrastruktur, KPMD serta stanting. Ini harus disosialisasikan kepada RT, RW maupun semua stakeholder agar sampai kepada masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya ini sangat penting disampaikan langsung kepada masyarakat karena, dengan anggaran tersebut pasti warga bertanya kenapa pembangunan hanya segini, biasanya segini?, yang sering dipergunakan untuk proyek infrastruktur.
Masih kata Sekdes, untuk anggaran sebesar 15% yang diterima desa, pemerintah desa mengadakan musyawarah dengan stakeholder untuk membahas bagai mana untuk merealisasikan anggaran tersebut.
‘Seperti anggaran BLT DD yang dulunya diangka 80 ditahun ini hanya 20, untuk infrastruktur tahun kemarin hampir 1 milyar, untuk sekarang hanya Rp. 157.000.000 saja. Artinya masyarakat bisa menyikapinya, karena ini sudah menjadi ketentuan dan aturan nasional,” tuturnya.
Saat disinggung mengenai BLT yang hanya 20 orang penerima manfaat, sementara masyarakat Cikampek Utara sendiri lebih dari 10.000 jiwa, Yuyu menjelaskan, dari 20 KPM tersebut yang seharusnya menerima pertriwulan Rp. 900.000 disiasati mereka hanya menerima satu bulan saja sebesar 300.000. “Jadi bisa bertambah dari 20 menjadi 60 orang penerima dari sisa tersebut,”tegas Yuyu.
Sementara untuk diketahan pangan yang anggaran menurun drastis, dibanding tahun sebelumnya yang menurutnya nominalnya lumayan besar. Ia berjanji akan melakukan pembinaan dan memotivasi mereka agar terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja walaupun anggarannya menyesuaikan dengan yang ada.
“Ketahan Pangan yang ada di Cikampek Utara saatini, kami membudidayakan ayam petelur. Yang perkembangannya akan bermitra dengan pihak MBG dan akan mencoba mendistribusikannya,”kata Sekdes Cikampek Utara.
Sementara untuk keuntungannya sediri sudah tertuang dalam AD ART dan akan dicoba dicek kembali karena kemarin ada revisi pengalokasiannya dan perkembangannya akan kembali dinfokan.
Dengan berkurangnya anggaran yang diterima desa pemdes berpesan kepada masyarakat untuk bisa menerima dan tetap bisa memanfaatkan anggaran yang ada. (Sarmin)
