Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, hari ini, 16 Februari 2026, resmi ditutup.
Penutupan kegiatan tanggap darurat tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri masyarakat sekitar serta jajaran aparatur pemerintah mulai dari tingkat RT, RW hingga Kepala Desa.
Sejak bencana melanda beberapa waktu lalu, berbagai unsur telah bahu-membahu melakukan evakuasi, pendataan, serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak. Hari ini, sebagai penanda berakhirnya masa penanganan darurat, digelar acara sederhana namun penuh makna di lokasi terdampak.
Hadir dalam kesempatan tersebut para tokoh masyarakat, relawan, serta unsur pemerintah desa yang selama ini terlibat aktif dalam proses penanganan. Kebersamaan yang terbangun selama masa tanggap darurat menjadi bukti kuat solidaritas warga Pasirlangu dalam menghadapi musibah.

Acara penutupan ditandai dengan pelaksanaan sholat istighosah dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Aceng Hamdan dari BAZNAS.
Dalam suasana haru, ratusan warga menengadahkan tangan memanjatkan doa untuk para korban.
Dalam doa yang dipanjatkannya, Ustadz Aceng Hamdan memohon agar seluruh korban yang wafat diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga para korban wafat dalam keadaan khusnul khatimah dan diberikan gelar syuhada,” imbuhnya.
Selain doa untuk para korban, masyarakat juga memohon agar Desa Pasirlangu senantiasa diberi keselamatan, dijauhkan dari bencana, serta diberikan kekuatan untuk bangkit dan kembali menata kehidupan.
Dengan resmi diberhentikannya penanganan darurat ini, diharapkan proses pemulihan dan rehabilitasi dapat berjalan lancar, serta warga yang terdampak bisa segera kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.
Kebersamaan dan gotong royong yang telah terjalin selama masa sulit ini menjadi modal sosial penting dalam membangun kembali Pasirlangu yang lebih tangguh dan kuat. (Dadan)
