Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Warga yang tinggal dan menggantungkan penghidupan di sekitar genangan Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, berharap pengelolaan sumber daya alam di wilayah itu semakin memperhatikan aspek keselamatan, keberlanjutan lingkungan, serta kesejahteraan warga setempat.

Aspirasi ini terutama datang dari para nelayan dan pekerja keramba jaring apung (KJA) yang setiap hari beraktivitas di perairan waduk.

Tokoh masyarakat KBB, Ustaz Budiawan, dalam keterangannya kepada redaksi pada Kamis, 22 Januari 2026, menyampaikan bahwa persoalan tersebut tidak semata berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga menyangkut nilai moral dan tanggung jawab bersama.

Ia mengaitkan kondisi masyarakat dengan pesan keagamaan yang mengingatkan manusia agar senantiasa bertanggung jawab atas setiap amanah yang diembannya.

“Dalam Al-Qur’an Surah Yasin ayat 12, Allah SWT mengingatkan bahwa setiap perbuatan manusia akan dicatat, baik yang dilakukan maupun yang ditinggalkan. Pesan ini menjadi refleksi bagi kita semua agar amanah dalam mengelola dan menjaga kehidupan,” ujarnya.

Baca Juga:  Wabup Iyos Hadiri Penanaman Jagung 1 Juta Hektar untuk Swasembada Pangan

Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan amanat konstitusi negara. Ia merujuk pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Ustaz Budiawan menilai, masyarakat di kawasan Saguling selama ini telah memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan ekonomi daerah. Aktivitas perikanan, usaha keramba jaring apung, hingga sektor pendukung lainnya menjadi sumber penghidupan utama warga sekaligus bagian dari roda perekonomian yang terus bergerak.

Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa para nelayan dan pekerja KJA masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama terkait sarana keselamatan kerja. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih, mengingat aktivitas di perairan waduk memiliki risiko yang tidak ringan.

“Mereka bekerja bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk menghidupi keluarga yang menjadi amanah dan tanggung jawab bersama. Karena itu, keselamatan dan perlindungan kerja semestinya menjadi bagian dari perhatian negara,” katanya.

Baca Juga:  Sekda Kabupaten Garut Resmikan 2 Traffict Light di Jalan Ibrahim Adjie

Selain keselamatan, persoalan kebersihan dan pengamanan lingkungan Waduk Saguling juga menjadi sorotan. Menurutnya, keberlanjutan ekosistem waduk sangat berkaitan dengan keberlangsungan hidup masyarakat di sekitarnya.

Upaya menjaga kebersihan dan kelestarian perairan perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan peran aktif warga.

Adapun wilayah yang terdampak langsung oleh genangan Waduk Saguling mencakup sejumlah desa di Kecamatan Cililin dan sekitarnya, antara lain Desa Bongas, Batu Layang, Rancapanggung, dan Mukapayung.

Wilayah-wilayah tersebut berada di daerah aliran Sungai Ciminyak dan Cibitung, yang sejak lama menjadi bagian dari aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Melalui penyampaian aspirasi ini, masyarakat berharap pengelolaan Waduk Saguling ke depan tidak hanya berorientasi pada fungsi strategis dan manfaat besar secara nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan keselamatan, kesejahteraan, serta kualitas hidup warga yang tinggal di sekitarnya. (Dadan)