Bandung Barat, MEDIASERUNI – Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Falah atau STAIDAF menggelar Stadium General pada acara Penutupan Dies Natalis yang ke-23 tahun Senin 23 September 2024, bertempat di Kampus STAI Darul Falah, Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.

Stadium General dengan mengambil tema”Menyongsong Era Baru: Refleksi dan Inovasi Pendidikan setelah 23 Tahun STAI Darul Falah.” Ratusan peserta mengikuti acara tersebut dari unsur dosen, mahasiswa, dan tamu undangan.

Stadium General menghadirkan narasumber Guru Besar Bidang Ilmu Administrasi Pendidikan Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Badrudin, M.Ag., CIIQA, CEAM.
Badrudin memaparkan bahwa beda zaman, beda kebutuhan. Sehingga mendidik harus disesuaikan dengan zamannya.

Pada kesempatan itu pula, Badrudin mengungkapkan bahwa ada tiga model manajemen perguruan tinggi berdasarkan analisisnya terhadap lingkungan sekitar.

Pertama, production oriented model. Model ini beranggapan bahwa kekuatan bersaing Perguruan Tinggi terletak pada produk atau jasa yang ditawarkan.

Baca Juga:  Misteri Hilangnya Farid Terjawab, Bocah Enam Tahun itu Ditemukan tak Bernyawa Mengambang di Sungai Temiyangsari

Kedua, Market Oriented Model. Pada model ini Perguruan Tinggi sudah mencoba menyesuaikan diri pada kebutuhan proses sebagai stakeholder yang mempertimbangkan lingkungan secara aktual.

Ketiga, Society Oriented Model. Model ini bukan hanya mempertimbangkan market atau keadaan lingkungan secara aktual, namun juga mempersiapkan lulusan untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang.

Pada stadium general itu pula, narasumber memaparkan tantangan abad 21 bagi kampus, kegiatan mahasiswa di era kurikulum merdeka, fungsi pendidikan tinggi, sampai peran PT membangun desa.

Sementara itu, beberapa hari yang lalu, Ketua STAI Darul Falah, Abdul Mun’im Amaly mengatakan bahwa dengan dilaksanakan perayaan dies natalis merupakan wujud syukur karena STAIDAF sejak 2001 hingga saat ini tetap konsisten menjadi bagian masyarakat dalam menguatkan pengembangan pendidikan, Keagamaan, sosial dan kebaruan ilmu pengetahuan.

Baca Juga:  Satres Narkoba Polres Garut Bekuk Pengedar Sabu Sabu

“Semoga ke depan STAIDAF akan lebih banyak memberikan banyak kontribusi terutama dalam meningkatkan kualitas SDM masyarakat khususnya di Bandung Barat,” kata Abdul Mun’im Amaly sebelumnya, Sabtu 21 September 2024.

Ketua STAIDAF menyebut bahwa secara kelembagaan STAIDAF berupaya sekuat tenaga untuk beralih bentuk menjadi Institut Darul Falah bahkan Universitas Darul Falah yang merupakan amanat dan cita-cita besar sang pendiri, sehingga keberadaannya sangat memberikan manfaat dan maslahat bagi umat.

“Secara kelembagaan STAIDAF berupaya sekuat tenaga untuk beralih bentuk menjadi Institut Darul Falah bahkan Universitas Darul Falah yang merupakan amanat dan cita-cita besar sang pendiri, sehingga keberadaanya sangat memberikan manfaat dan maslahat bagi umat,” pungkasnya. (Dadan/Mediaseruni)