Chipset Baru, Nama Lama: Mengapa Snapdragon Kini Tak Semudah Dulu?

MEDIASERUNI.ID – Dunia smartphone flagship sedang diguncang kebingungan baru. Bukan karena desain ponsel yang mirip-mirip, melainkan karena penamaan chipset Qualcomm yang kini makin rumit. Kehadiran Snapdragon 8 Gen 5 berdampingan dengan Snapdragon 8 Elite sukses membuat banyak pengguna dan bahkan reviewer teknologi menggaruk kepala.

Jika melihat sekilas dari namanya, mungkin banyak yang mengira Snapdragon 8 Gen 5 merupakan penerus langsung dari Elite—lebih baru, lebih cepat, dan tentu lebih kuat. Tapi, realitasnya tak sesederhana itu. Qualcomm ternyata mengubah strategi penamaan dan segmentasi produknya, sehingga “Gen 5” dan “Elite” kini berdiri sejajar, bukan sebagai penerus satu sama lain.

Asal-usul Kekacauan Nama Qualcomm

Sebelum kemunculan Elite, urutan seri Snapdragon 8 terasa rapi: Gen 1, Gen 2, dan Gen 3. Namun di tahun 2024, Qualcomm memperkenalkan Snapdragon 8 Elite sebagai langkah besar menuju arsitektur Oryon yang mereka banggakan.

Belum genap sebulan setelahnya, muncul Snapdragon 8 Gen 5, dan inilah titik di mana banyak orang mulai bingung. Apakah ini generasi baru dari Elite? Ternyata bukan. Menurut keterangan resmi, Snapdragon 8 Elite Gen 5 adalah versi tertinggi dari generasi kelima, sedangkan “8 Gen 5” biasa merupakan versi yang sedikit lebih ringan—tetap bertenaga, tapi lebih hemat daya dan ditujukan untuk ponsel flagship yang ingin menjaga efisiensi baterai.

Dengan kata lain, Snapdragon 8 Elite dan 8 Gen 5 adalah saudara kembar beda karakter: satu fokus pada performa mentah, yang lain pada keseimbangan tenaga dan efisiensi.

Benchmark: Siapa yang Lebih Cepat di Dunia Nyata?

Untuk menilai performa keduanya, berbagai situs benchmark telah melakukan pengujian pada perangkat seperti OnePlus 15R (Snapdragon 8 Gen 5) dan OnePlus 13 (Snapdragon 8 Elite).
Hasilnya cukup menarik:

  • Di Geekbench 6, Snapdragon 8 Elite mencatat skor single-core 3.026, sementara 8 Gen 5 tertinggal di angka 2.837.
  • Namun, di multi-core, 8 Gen 5 sedikit unggul dengan skor 9.352, mengalahkan Elite yang meraih 9.306.
  • Di AnTuTu, Elite kembali menegaskan keunggulan total dengan skor hampir 3 juta poin, sedangkan Gen 5 sedikit di bawahnya.
Baca Juga:  Jabar Perkuat Investasi Energi Lewat Kolaborasi Strategis PT MUJ dan Enerproco Global

Artinya, Snapdragon 8 Elite masih menjadi pilihan terbaik untuk performa mentah, terutama dalam hal kecepatan inti tunggal dan grafis. Namun, Snapdragon 8 Gen 5 lebih efisien dan stabil dalam penggunaan jangka panjang.

Teknologi Produksi: Sama-sama 3nm, Tapi Beda Karakter

Baik Snapdragon 8 Gen 5 maupun 8 Elite sama-sama diproduksi oleh TSMC, tapi dengan node fabrikasi berbeda. Gen 5 menggunakan proses 3nm N3P, sementara Elite memakai 3nm N3E. Perbedaannya kecil di atas kertas, tapi cukup signifikan dalam hal performa dan konsumsi daya.

Dari sisi CPU, keduanya mengandalkan arsitektur Oryon dengan konfigurasi 8 inti (2 inti utama dan 6 inti performa). Namun, Snapdragon 8 Elite memiliki kecepatan clock lebih tinggi, mencapai 4.32 GHz, dibandingkan Gen 5 yang “hanya” 3.8 GHz.

Inilah alasan utama mengapa performa single-core Elite unggul, walau secara efisiensi Gen 5 lebih unggul di multitasking dan manajemen panas.

GPU dan Gaming: Dominasi Elite Belum Tergoyahkan

Bagi para gamer, GPU menjadi aspek krusial.

  • Snapdragon 8 Gen 5 dibekali Adreno 829, versi yang sedikit “dipangkas” dari Adreno 840 milik 8 Elite Gen 5.
  • Sementara itu, Snapdragon 8 Elite masih menggunakan Adreno 830, namun dengan clock lebih tinggi dan arsitektur grafis yang lebih matang.

Hasilnya, 8 Elite unggul sekitar 12% di sektor GPU dalam uji AnTuTu. Tambahan fitur Adreno High Performance Memory (HPM) membuat rendering grafis, efek bayangan, hingga kualitas frame rate jauh lebih stabil. Dengan kata lain, untuk gaming berat, streaming 3D, atau penggunaan VR, Snapdragon 8 Elite tetap jadi pilihan paling kuat di pasar Android saat ini.

Baca Juga:  Tim Voli Putra Desa Margasari Juara Turnamen Sauyunan Cup HUT Kemerdekaan ke 80

Kamera dan AI: Kejutan dari Snapdragon 8 Gen 5

Meski tidak menjadi juara di sektor grafis, Snapdragon 8 Gen 5 justru menonjol dalam kemampuan fotografi dan kecerdasan buatan. Cip ini membawa Triple AI ISP 20-bit, peningkatan besar dari ISP 18-bit milik Elite dan Gen 3. Dengan dukungan ini, Gen 5 mampu menghasilkan segmentasi gambar real-time, warna lebih akurat, dan hasil foto AI lebih tajam.

Bagi pengguna yang suka memotret atau membuat konten, Gen 5 menawarkan pengalaman yang lebih cerdas, bukan sekadar cepat. Selain itu, keduanya mengusung modem Snapdragon X80 5G, lengkap dengan dukungan Bluetooth 6.0, konektivitas satelit, dan teknologi audio canggih Snapdragon Sound.

Kesimpulan: Pilih Berdasarkan Kebutuhan, Bukan Angka

Banyak yang berpikir angka “Gen 5” otomatis lebih unggul dari “Elite”, padahal keduanya berdiri di level yang berbeda.

  • Snapdragon 8 Elite ditujukan untuk pengguna yang menginginkan performa absolut, seperti gamer profesional atau kreator yang butuh kekuatan CPU-GPU maksimal.
  • Sementara Snapdragon 8 Gen 5 lebih ideal untuk pengguna umum yang menginginkan flagship hemat daya dengan kemampuan fotografi dan AI unggul.

Bagi Anda yang masih menggunakan perangkat berbasis Snapdragon 8 Gen 3, upgrade ke Gen 5 akan terasa signifikan. Tapi jika sudah memakai 8 Elite, berpindah ke Gen 5 tidak akan memberi lonjakan performa berarti.

Pada akhirnya, Qualcomm sukses menciptakan dua lini flagship yang berbeda arah: satu untuk performa ekstrem, satu untuk keseimbangan cerdas. Dan bagi kita sebagai pengguna, pilihan terbaik kini bergantung bukan pada angka di belakang nama, melainkan pada gaya penggunaan dan kebutuhan pribadi.