Bandung, MEDIASERUNI.ID – BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait kemunculan Bibit Siklon Tropis 90S di wilayah Samudra Hindia, selatan Banten dan Jawa Barat.

Melansir detikjabar, analisis terbaru BMKG menyebut pusat sirkulasi sistem terpantau berada di sekitar 11,6°LS dan 106,9°BT. Kecepatan angin maksimum tercatat mencapai 25 knot atau sekitar 46 km/jam dengan tekanan udara minimum 1003 hPa.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan hasil analisis satelit dalam 12 jam terakhir menunjukkan peningkatan aktivitas konvektif signifikan, termasuk pembentukan awan konvektif dalam (deep convective) di sekitar pusat sistem.

“Persebaran aktivitas konvektif terpantau di wilayah selatan pesisir Pulau Jawa, meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta hingga Jawa Timur,” ujar Teguh dalam keterangan tertulisnya, Selasa 3 Maret 2026.

Baca Juga:  Kunjungi Korban Banjir di Karangligar Haji Jenal Aripin Berikan Bantuan Uang

Ia menjelaskan, analisis angin per lapisan menunjukkan sirkulasi mulai terbentuk dari lapisan permukaan hingga lapisan atas atmosfer. Pada lapisan permukaan, sirkulasi sudah terpusat dengan angin maksimum berada di sisi utara hingga timur laut sistem.

Sementara pada lapisan 850 hPa, pusat sirkulasi terpantau bergeser ke sebelah timur sistem. Pada lapisan 700–500 hPa, sirkulasi masih melebar ke arah barat dari pusat sistem.

Bibit Siklon Tropis 90S juga didukung sejumlah faktor lingkungan, seperti aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer Equatorial Rossby, Low Frequency, dan Kelvin.

Selain itu, suhu muka laut yang hangat berkisar 30–32 derajat Celsius, kelembapan udara yang tinggi di berbagai lapisan, serta kondisi vortisitas dan divergensi lapisan atas yang kuat turut memperkuat sistem ini.

Baca Juga:  HUT RI ke-80 di Desa Banjardawa, IKMAL JAYA Tebar Santunan Anak Yatim

Meski demikian, terdapat sejumlah faktor penghambat, di antaranya vertical wind shear yang tergolong tinggi, konvergensi lapisan bawah yang belum optimal, serta intrusi udara kering dari barat daya pada lapisan 700–500 hPa.

BMKG memprediksi dalam 24 jam ke depan intensitas Bibit 90S akan meningkat secara perlahan dan bergerak ke arah timur. Dalam periode 36–48 jam ke depan, sistem ini diprakirakan berpotensi menguat menjadi siklon tropis kategori 1 pada 4 Maret 2026.

Namun dalam 72 jam ke depan, intensitasnya diperkirakan kembali melemah menjadi tropical low akibat pengaruh sistem lain di sekitarnya.

“Potensi Bibit 90S menjadi siklon tropis dalam 24–48 jam ke depan berada pada kategori sedang hingga tinggi. Sedangkan dalam 72 jam ke depan, peluangnya masuk kategori rendah,” pungkasnya. (*)