Pemalang, MEDIASERUNI.ID — Yayasan Asma Indonesia (YAI) Kabupaten Pemalang terus memperluas jejaring kerja sama dalam upaya meningkatkan edukasi dan pendampingan bagi penyandang asma. Langkah tersebut diwujudkan melalui audensi ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Pemalang pada Senin ( 25/11/2025).

Kedatangan rombongan YAI Pemalang yang dipimpin Ketua Raharjo, S.I.P., M.AP., diterima langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Pemalang, Rezky, beserta jajaran. Pertemuan berlangsung hangat dan sarat komitmen kolaborasi.

Dalam audensi, Raharjo menyoroti meningkatnya kasus asma pada usia muda dan pentingnya pendataan terintegrasi sebagai dasar penyusunan program pencegahan.

“Asma bukan sekadar keluhan pernapasan. Ini menyangkut kualitas hidup. Kami ingin hadir sebagai rumah bagi para penyandang asma, agar mereka tidak merasa sendiri,” tegas Raharjo.

Baca Juga:  800 Karateka Berlaga Di Kejuaraan Piala Pangdam III/Siliwangi 2025

YAI Pemalang ingin memastikan edukasi kesehatan dapat menjangkau sekolah-sekolah, terutama bagi remaja yang memiliki cita-cita meniti karir kebinasaan, sehingga kondisi kesehatan tidak menjadi penghambat masa depan mereka.

BPJS Kesehatan menyambut baik gagasan tersebut. Kepala BPJS Kesehatan Pemalang, Rezky, menyatakan dukungan penuh pada inisiatif YAI dalam upaya preventif penyakit tidak menular, termasuk asma.

“Kami sangat mengapresiasi langkah YAI. Kolaborasi seperti ini yang akan menjaga masyarakat tetap sehat, terlindungi, dan berdaya,” ujar Rezky.

Rezky menegaskan bahwa BPJS memiliki sistem perlindungan terhadap kerahasiaan data peserta sesuai kode etik, terutama pada golongan strategis seperti TNI/Polri. Namun, pihaknya siap menjembatani komunikasi dengan Dinas Kesehatan maupun Puskesmas untuk percepatan kegiatan edukasi dan penyusunan program berbasis data.

Baca Juga:  Kepergok Mau Curi Motor di Purwasari Warga Tirtamulya Diringkus Warga

YAI Pemalang menilai bahwa dukungan multipihak sangat penting, mengingat faktor risiko asma kini semakin beragam—mulai polusi, gaya hidup, hingga paparan asap rokok dalam lingkungan keluarga.

Pertemuan ditutup dengan kesepakatan melanjutkan pembahasan teknis kegiatan sinergi lintas lembaga, termasuk agenda edukasi publik dan penguatan database penyandang asma di Pemalang.

Dengan terjalinnya kolaborasi ini, YAI Pemalang optimistis langkah pengendalian asma dapat lebih terarah dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat.