Karawang, MEDIASERUNI.ID – PT Pindad berkolaborasi dengan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang mengenalkan becak listrik kepada para pengayuh becak di Kabupaten Karawang. Kegiatan tersebut berlangsung di depan Bale Indung Pagarsih, Rabu 23 September 2026.

Becak listrik tersebut dihadirkan untuk meringankan beban pengayuh becak, khususnya mereka yang telah berusia lanjut dan masih mengandalkan becak sebagai sumber mata pencaharian sehari-hari.

Engineering Product PT Pindad, Iman, mengatakan kegiatan tersebut belum masuk tahap pelatihan, melainkan sebatas familiarisasi agar para pengayuh mulai mengenal sistem dan cara kerja becak listrik.

“Jadi hari ini kami dari Pindad bukan pengenalan, tetapi familiarisasi sesuai dengan arahan Sekretariat Negara, dalam hal ini Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Iman.

Menurut dia, para pengayuh nantinya akan mendapatkan pelatihan lebih lanjut hingga benar-benar mahir mengoperasikan kendaraan tersebut.

Iman menjelaskan, PT Pindad membuat becak listrik berdasarkan spesifikasi yang diberikan Sekretariat Negara. Spesifikasi tersebut antara lain mencakup kemampuan daya angkut, kecepatan, sudut elevasi, serta sejumlah aspek teknis lainnya.

“Jadi kita hanya menerima spesifikasi dari Sekretariat Negara. Seperti kemampuan daya angkut, kemudian kecepatan. Berawal dari situ, kemudian nanti sudut elevasi dan lain sebagainya. Kami membuat alat yang memenuhi spesifikasi tersebut,” katanya.

Dari sisi daya, baterai becak listrik tersebut dapat diisi dari kondisi kosong hingga penuh dalam waktu sekitar empat jam. Iman mengimbau para pengguna tidak menunggu baterai benar-benar habis sebelum melakukan pengisian daya.

“Pengisian daya sendiri dari nol persen sampai 100 persen cukup empat jam saja,” ujarnya. Ia menyarankan pengisian baterai dilakukan ketika kapasitasnya telah berada di kisaran 20 persen.

Adapun jarak tempuh becak listrik bergantung pada sejumlah faktor. Selain kapasitas baterai, jarak tempuh dipengaruhi oleh beban yang dibawa, kondisi jalan, tanjakan, hingga pola pengereman.

Baca Juga:  Lautan Manusia Sambut Aep Syapuloh: Demi Karawang Maju, Kami Siapkan Program Pro-Rakyat untuk Semua

“Yang perlu digarisbawahi di sini adalah jarak tempuhnya, kurang lebih 17 sampai 40 kilometer. Ada faktor lain yang memengaruhi konsumsi baterai, seperti beban, alur jalan, apakah ada tanjakan atau ketika pengereman,” kata Iman.

Becak listrik tersebut memiliki kemampuan daya angkut hingga 210 kilogram. Dengan demikian, apabila pengendara memiliki berat sekitar 70 kilogram, beban penumpang atau barang yang dibawa maksimal sekitar 140 kilogram.

Iman tetap mengingatkan agar pengguna tidak membawa beban melebihi kapasitas yang telah ditentukan. Beban berlebih dapat memengaruhi konsumsi listrik dan daya tahan baterai.

Dari sisi konstruksi, becak listrik tersebut masih mempertahankan bentuk dasar becak tradisional. Namun, sejumlah material dan komponen disesuaikan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

“Kalau dari segi struktur becaknya ini menyerupai becak tradisional. Hanya dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh Sekretariat Negara,” katanya.

Menurut Iman, salah satu perbedaannya terletak pada material rangka. Becak listrik menggunakan pipa hollow, sedangkan becak tradisional pada umumnya menggunakan material yang lebih sederhana.

Becak listrik tersebut juga dilengkapi berbagai perangkat pendukung untuk menunjang penggunaannya, seperti lampu sein, lampu depan dan belakang, LCD monitor, serta lampu pada bagian kanan dan kiri.

Iman mengatakan spesifikasi tersebut membuat becak listrik dapat digunakan untuk beroperasi di jalan raya. Namun, penggunaannya tetap harus mengikuti ketentuan dan aturan yang berlaku di wilayah masing-masing.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat, untuk penggunaan becak ini di area-area tertentu mengikuti aturan pemerintah setempat, dari Dinas Perhubungannya,” ujarnya.

Becak listrik tersebut sepenuhnya mengandalkan tenaga listrik sehingga pengayuh tidak lagi membutuhkan tenaga fisik seperti ketika mengoperasikan becak konvensional.

Dari sisi keamanan, Iman menyebut motor listrik yang digunakan masih dapat beroperasi ketika kendaraan berada di genangan air dengan ketinggian hingga sekitar satu meter.

Baca Juga:  Kurangi Makanan Sisa Senilai Ratusan Triliun Lewat Bappenas Teken Kerja Sama dengan Denmark

Soket kelistrikan juga telah dirancang tahan terhadap air, sementara kanopi berfungsi melindungi pengendara dan penumpang dari hujan. “Untuk banjir, motor di dalamnya bisa bertahan di ketinggian air satu meter,” katanya.

Untuk perawatan, becak listrik dinilai relatif sederhana karena menggunakan motor BLDC pada roda belakang. Komponen tersebut tidak membutuhkan perawatan seperti mesin berbahan bakar minyak.

Sementara itu, komponen bergerak pada becak tetap membutuhkan pelumasan secara berkala agar tidak mudah mengalami karat atau gangguan.

Baterai yang digunakan memiliki spesifikasi 48 volt dengan kapasitas 12,8 Ah. Pengguna juga diminta mengikuti prosedur pengisian daya sesuai petunjuk yang telah diberikan.

Iman mengatakan salah satu tantangan dalam penggunaan becak listrik adalah kemampuan sebagian pengayuh dalam mengoperasikan kendaraan dengan sistem seperti sepeda motor. Becak tersebut menggunakan throttle atau tuas gas yang diputar untuk mengatur laju kendaraan.

Program tersebut ditujukan terutama bagi pengayuh becak berusia 60 tahun ke atas yang masih bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemberian becak listrik diharapkan dapat mengurangi beban fisik mereka saat mencari nafkah.

“Untuk hari ini ditargetkan tercapai 220 unit telah dibagikan bagi pengayuh-pengayuh becak sesuai dengan yang terdaftar, sesuai desil satu sampai empat,” ujar Iman. (damar)