Sukabumi, MEDIASERUNI.ID – Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Sukabumi mulai melakukan pemeriksaan empat orang saksi, terkait kasus wisatawan Arab Saudi tewas saat main Jetski di Pantai Buffalo di Palabuhanratu.

Kasat Polairud Polres Sukabumi AKP Dadi, menyampaikan pihaknya telah memeriksa pengusaha penyedia wahana jetski dan sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

“Pengusaha sudah diperiksa, kemudian saksi-saksi juga. Saat ini ada empat orang saksi yang sudah dimintai keterangan. Masih dalam proses penyelidikan,” kata AKP Dadi, saat dikonfirmasi media Jumat 9 Januari 2026.

Dadi menuturkan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.02 Wib. Dua korban diketahui berboncengan menggunakan jetski sebelum akhirnya mengalami kecelakaan di tengah laut.

Baca Juga:  Pidato perdana Gubernur Lampung, Sampai kan visi misi

“Korban saat itu berboncengan menggunakan jetski dan mencoba menerobos ombak. Namun jetski terbalik, sehingga salah satu korban kepalanya membentur badan jetski,” ucapnya.

Akibat dari peristiwa ini ujar Dadi, kedua korban sempat berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun nahas, satu korban dinyatakan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam kondisi kritis.

AKP Dadi juga menambahkan, saat ditemukan korban WNA mengenakan baju pantai lengan pendek bermotif putih, hitam, dan biru serta celana pendek warna abu-abu. Pada bagian pelipis kiri korban terdapat luka robek akibat benturan keras dengan jetski.

Baca Juga:  Dari 30 Desa Tersisa 15 Desa yang Banjirnya Belum Surut di Karawang, Soal Logistik Aman

Warga Negara Asing asal Arab Saudi yang tewas diketahui bernama Al Muhanna Hasan Radhi, lahir 14 Juli 1986, beragama Islam yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat bermain wahana jetski di kawasan pantai tersebut pada Senin 5 Januari 2025. Korban dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, satu korban lainnya, Siti Maryam (41), seorang ibu rumah tangga, yang beralamat di Jl. Sukamaju RT 001/RW 011 Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, dilaporkan selamat serta sampai kini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit dalam keadaan kondisi kritis. (*)