Sukabumi, MEDIASERUNI.ID – NS (13), seorang santri Pondok Pesantren Darul Ma’arif meninggal dunia dengan kondisi tubuh penuh luka bakar. NS sempat menjalani pengobatan di RSUD Jampangkulon.

Santri kelahiran 21 Januari 2013 itu mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan dalam kondisi kritis. Kepergiannya pun menjadi perbincangan luas di media sosial dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, guru, pengurus pesantren, serta rekan-rekannya.

Almarhum tercatat sebagai siswa SMPIT Darul Ma’arif yang berlokasi di Kampung Cileungsir RT 05/02, Desa Cibodas, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi. Meski belum genap satu tahun menimba ilmu di pesantren, ia telah dikenal sebagai santri yang aktif, cerdas, sopan, dan mudah bergaul.

Baca Juga:  Diterjang Ombak Tinggi Dua Nelayan Hilang Setelah Perahu Terbalik

Pimpinan Ponpes Darul Ma’arif, Abdurrahman, mengaku terkejut saat menerima kabar kondisi kritis almarhum dari orang tuanya pada Kamis pagi. Sore harinya, pihak pesantren kembali mendapat kabar bahwa Nizam telah meninggal dunia.

“Pertemuan terakhir pihak pesantren dengan almarhum terjadi pada 3 Februari 2026 atau 15 Sya’ban, menjelang libur Ramadan. Saat itu, para santri dipulangkan karena asrama tengah dalam tahap pembangunan dan dijadwalkan kembali pada 1 Ramadan,” kata Abdurrahman.

Selama masa liburan, pihak pesantren, lanjut Abdurrahman, sempat menerima informasi bahwa almarhum pernah berobat ke Puskesmas Jampangkulon.

Baca Juga:  Festival Gandrung Mulasara: Transformasi Pendidikan Purwakarta Menatap Masa Depan

Bahkan Beberapa hari sebelum meninggal, disebut masih dalam kondisi sehat saat berkunjung ke rumah keluarga di Surade. Namun saat dijenguk di RSUD Jampangkulon, kondisinya memprihatinkan dengan luka bakar di tubuhnya.

Operator SMPIT Darul Ma’arif, Sogirin, juga mengenang almarhum sebagai siswa yang baik dan disayangi banyak pihak. “Pesantren sempat memberikan keringanan biaya pendidikan, serta bantuan perlengkapan belajar karena melihat semangat dan kepribadiannya,” kata Sogirin.

Pihak pesantren berharap peristiwa yang menimpa santri tersebut dapat terungkap secara jelas. Mereka juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. (Andi)