Bandung Barat, MEDIASERUNI.OD – Mengawali tahun 2026, PSSI Kabupaten Bandung Barat (PSSI KBB) menggelar dua agenda strategis sebagai bagian dari komitmen pembinaan dan peningkatan kualitas sepak bola daerah.
Dua kegiatan tersebut yakni Turnamen Pelajar SMP sederajat Piala Kepala Dinas Pendidikan KBB serta Kursus Pelatih Sepak Bola Lisensi D PSSI KBB.
Turnamen Pelajar SMP sederajat dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Stadion Abipraya Rende, sementara Kursus Pelatih Sepak Bola Lisensi D digelar di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Jawa Barat.
Kedua agenda ini menjadi langkah nyata PSSI KBB dalam membangun sepak bola daerah secara berjenjang dan berkelanjutan.
Ketua PSSI Kabupaten Bandung Barat, Aep Nurdin, menyampaikan bahwa pembinaan sepak bola tidak hanya difokuskan pada kompetisi pemain usia dini, tetapi juga harus diperkuat melalui peningkatan kualitas pelatih.
“Turnamen pelajar ini kami laksanakan secara rutin setiap tahun untuk menjaring dan membina potensi pemain sejak usia sekolah. Namun pembinaan akan berjalan lebih optimal jika didukung oleh pelatih yang memiliki kompetensi dan standar kepelatihan yang baik,” ujar Aep Nurdin saat diwawancarai, Sabtu 25 Januari 2026.
Menurutnya, Kursus Pelatih Sepak Bola Lisensi D merupakan jenjang dasar kepelatihan yang sangat penting karena menjadi fondasi dalam mencetak pelatih yang memahami metodologi latihan, pembinaan usia dini, serta nilai-nilai sportivitas.
“Melalui kursus ini, para pelatih dibekali pengetahuan dasar kepelatihan sesuai standar PSSI. Ini menjadi modal awal agar mereka mampu membina pemain secara benar dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris PSSI Kabupaten Bandung Barat, Yeyet Suparna, menjelaskan bahwa kursus pelatih tersebut diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai klub, sekolah sepak bola (SSB), dan komunitas sepak bola di Kabupaten Bandung Barat.
“Sebanyak 30 peserta mengikuti Kursus Pelatih Sepak Bola Lisensi D Gelombang 2 ini. Mereka mendapatkan pembekalan teori dan praktik sebagai dasar dalam menjalankan peran kepelatihan secara profesional dan bertanggung jawab,” ungkap Yeyet Suparna.
Yeyet Suparna menambahkan, kegiatan kursus tersebut dihadiri oleh Plt Sekretaris PSSI Jawa Barat, Plt Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung Barat, KONI Kabupaten Bandung Barat yang diwakili Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres), serta Ketua PSSI Kabupaten Bandung Barat beserta para Komite Eksekutif (Exco) PSSI KBB.
“Pada waktu yang bersamaan, kami juga menyelenggarakan Turnamen PSSI Antar Pelajar SMP sederajat Sekabupaten Bandung Barat, di mana kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Pendidikan KBB,” kata Yeyet.
Dinas Pendidikan yang kemudian memberikan rekomendasi pelaksanaan kegiatan, yang dilaksanakan di Stadion Abipraya dan diikuti 24 tim. Hal ini menunjukkan bahwa pembinaan pemain dan peningkatan kualitas pelatih berjalan secara beriringan.
Lebih lanjut, Yeyet Suparna menegaskan bahwa seluruh jajaran PSSI KBB senantiasa menjadikan arahan Ketua PSSI sebagai pedoman dalam menjalankan roda organisasi.
“Kami selalu mengingat pesan Ketua PSSI, ‘Dalam pergerakan ada berkah’ (Fī al-ḥarakati barakah). Artinya, dengan terus bergerak, berusaha, dan berikhtiar secara konsisten, akan lahir keberkahan dan kemajuan bagi sepak bola Kabupaten Bandung Barat,” pungkasnya. (Dadan)
