Bandung, MEDIASERUNI.ID – Sebanyak 26.692 personel gabungan dikerahkan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran di Jawa Barat.

Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, mengatakan ribuan personel tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari Polda Jabar, jajaran Polres, TNI, hingga instansi terkait lainnya.

“Dengan pelibatan puluhan ribu personel ini diharapkan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di Jawa Barat dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif,” ujar Rudi saat Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Aula Ditlantas Polda Jabar, Kota Bandung, Selasa 10 Maret 2026.

Rinciannya, sebanyak 2.440 personel berasal dari Polda Jabar, 12.657 personel dari jajaran Polres, serta 11.595 personel dari unsur TNI dan instansi lainnya. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan operasi tersebut.

Baca Juga:  Buntut Kasus Korupsi di Petrogas Karawang, Kejari Sita Dana Rp 101 Miliar Lebih

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik berjalan optimal.

Menurut Erwan, sejumlah hal yang menjadi fokus pengamanan antara lain rekayasa lalu lintas di jalur utama mudik, kesiapan infrastruktur jalan, serta pengamanan di pusat keramaian seperti tempat ibadah, terminal, stasiun, pelabuhan, hingga destinasi wisata.

Selain itu, kesiapan layanan kesehatan dan mitigasi bencana juga menjadi perhatian, termasuk penyampaian informasi cuaca secara berkala kepada masyarakat.

“Informasi kondisi cuaca harus terus diperbarui dan disosialisasikan kepada masyarakat yang akan mudik, baik per hari maupun per jam, agar perjalanan dapat dilakukan dengan aman,” katanya.

Pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan kebutuhan pokok, energi, serta layanan publik selama masa libur Idulfitri.
“Insyaallah kami bersama jajaran akan terus melakukan pengecekan, tidak hanya terkait arus mudik tetapi juga ketersediaan bahan pokok, energi, dan layanan publik lainnya,” ujar Erwan.

Baca Juga:  DPD Gema Keadilan Bandung Barat Ungkapkan Keresahan Soal Pelantikan Pengurus Baru 

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, Jawa Barat memiliki sekitar 50,7 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 97,3 persen atau lebih dari 49 juta orang beragama Islam. Kondisi tersebut menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu wilayah utama yang dilalui arus mudik setiap tahun.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat koordinasi, sekitar 21,52 persen pemudik nasional atau sekitar 30,97 juta orang berasal dari Jawa Barat dan melakukan perjalanan ke luar daerah. Sementara itu, pemudik yang diperkirakan masuk ke wilayah Jawa Barat mencapai 15,90 persen atau sekitar 25,09 juta orang. (*)