Cimahi, MEDIASERUNI.ID – Meski pembangunan bundaran belum rampung sepenuhnya, namun rekayasa lalu lintas di pertigaan Cihanjuang, Kota Cimahi, resmi diberlakukan.

Hasilnya cukup terasa, jalur yang sebelumnya jadi titik macet kini mulai lebih lancar. Kendaraan dari Jalan Raden Demang Hardjakusumah bisa langsung melintas lewat bundaran tanpa harus menunggu lama.

Begitu juga kendaraan dari arah Jalan Kecamatan yang masuk ke Jalan Cihanjuang, alurnya jadi lebih tertata berkat rekayasa lalin ini.

Meski begitu, aturan baru ini masih tahap uji coba. Pasalnya, pembangunan bundaran Cihanjuang belum 100 persen selesai. Nantinya, area ini akan dipercantik dengan taman dan sebuah monumen alutsista.

Baca Juga:  Kang HJA dan Pansus V DPRD Jabar Kunjungi Kantor ESDM Bahas Raperda Pengelolaan Usaha Pertambangan Mineral

“Bundaran Cihanjuang belum selesai, nanti di sebelah kanan ada taman, di tengahnya akan ada monumen berupa rudal Rapier Arhanud,” jelas Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, Senin 22 September 2025.

Rudal Rapier sendiri bukan sembarang alutsista. Pertama kali dioperasikan militer Inggris tahun 1971, sistem pertahanan udara ini dikenal canggih dan sempat jadi ikon militer modern. Kehadirannya dinilai pas dengan identitas Cimahi sebagai pusat pendidikan militer.

Baca Juga:  Hari Kesatuan Gerak PKK 2024, PKK di Garda Terdepan Atasi Tantangan Sosial

Sebelumnya, ruang-ruang publik di Cimahi juga sudah dihiasi alutsista, mulai dari tank, panser, hingga kendaraan taktis. Bedanya, kali ini Bundaran Cihanjuang akan punya monumen rudal yang jadi daya tarik tersendiri.

Ngatiyana memastikan, pembangunan bundaran akan selesai sebelum Desember 2025. “Targetnya rampung akhir tahun ini, dan bisa difungsikan sepenuhnya,” tegasnya. (*)