Purwakarta, MEDIASERUNI.ID – Ribuan ekor ikan mas dilaporkan mati massal di Keramba Jaring Apung (KJA) Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Ikan-ikan tersebut mengambang di permukaan air akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah itu hampir sepekan terakhir.
Hujan deras yang berlangsung terus-menerus tanpa sinar matahari memicu fenomena up-welling atau umbalan. Kondisi ini membuat air dari dasar waduk yang minim oksigen naik ke permukaan, sehingga ikan tidak mampu bertahan.
Petani KJA, Roni, pengelola Kolam Jaring Apung SGH di Desa Panyindangan Kecamatan Sukatani mengatakan, kematian ikan di kolam miliknya mulai terjadi sejak Kamis malam, 22 Januari 2026.
“Di tempat saya baru semalam, tapi di blok lain sudah dua hari sebelumnya. Di kolam saya saja hampir satu ton ikan mati,” ujar Roni, Jumat 23 Januari 2026.
Menurutnya, suhu air waduk turun drastis akibat cuaca buruk. Air dari dasar waduk yang kualitasnya sudah buruk dan kekurangan oksigen naik ke permukaan.
“Air dari bawah itu oksigennya kurang, ikannya enggak kuat,” jelasnya.
Di lokasi KJA SGH, sedikitnya 32 petak kolam terdampak. Ironisnya, ikan yang mati masih berusia muda, sekitar satu hingga satu setengah bulan, jauh dari masa panen ideal yang biasanya mencapai dua setengah hingga tiga bulan.
Akibat kejadian ini, Roni memperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp 100 juta. Ia menyebut hampir seluruh wilayah KJA Waduk Jatiluhur mengalami dampak serupa, meski waktu kejadiannya berbeda-beda. “Di Jatiluhur hampir semua kena. Awalnya di blok barat, sekarang menyebar ke sini,” katanya.
Upaya penyelamatan ikan pun dinilai tidak efektif. Pemindahan ikan ke kolam lain tetap berisiko karena kondisi air yang sama.
“Dipindahkan juga tetap mati, airnya sudah tercemar,” ujarnya.
Sebagian bangkai ikan mas dimanfaatkan sebagai pakan ikan patin untuk mengurangi kerugian. Sementara ikan yang masih hidup namun sekarat tidak bisa dijual ke pasar karena ukurannya kecil dan kualitasnya menurun.
Para petani KJA berharap pemerintah segera turun tangan dan menyiapkan solusi jangka panjang agar kejadian ikan mati massal di Waduk Jatiluhur tidak terus berulang. (*)
