Kota Bandung, MEDIASERUNI.ID –  Pemerintah Kota Bandung tengah menyusun arah pembangunan lima tahun ke depan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Dokumen penting ini sedang dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus) 10 DPRD Kota Bandung dipimpin langsung Heri Hermawan.

Anggota Pansus Christian Julianto Budiman menegaskan, RPJMD bukan sekadar tumpukan dokumen, melainkan pijakan nyata untuk mewujudkan misi Bandung yang “Unggul dan Terbuka”.

Menurut Christian kualitas hidup warga harus menjadi prioritas utama. “Kota Bandung harus memastikan setiap anak usia sekolah mendapat akses pendidikan dan layanan kesehatan sejak dini,” ujarnya.

Baca Juga:  Heboh! Aliansi Masyarakat Bersatu Protes Dugaan Pungli di Depan DPRD Bulukumba

Christian juga menekankan tentang pentingnya pelayanan Puskesmas yang berkualitas, bukan sekadar memenuhi target angka semata. Christian menyoroti pentingnya misi “Bandung Terbuka”, yang mendorong inklusivitas kota.

Ia berharap perhatian setara diberikan kepada kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, perempuan, dan anak-anak. Bahkan, menurutnya, layanan khusus untuk anak autis harus tersedia agar bisa ditangani sejak dini.

Rapat-rapat pansus pun melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diminta menyusun program dengan target yang terukur dan realistis.

“Target jangan dibuat terlalu tinggi tanpa dasar, tapi juga jangan terlalu rendah. Harus ada kajian yang matang,” tegasnya.

Baca Juga:  Ketua MPC Bersama PAC Pemuda Pancasila Kabupaten Pemalang Gelar Ngopi Bareng di Bantarbolang

RPJMD ini akan ditetapkan sebagai Peraturan Daerah (Perda) dan wajib diselesaikan sebelum akhir Juli 2025, sesuai batas waktu maksimal enam bulan sejak pelantikan kepala daerah.

Perda ini, terang Christian, nantinya akan menjadi dasar pengawasan DPRD terhadap kinerja pemerintah kota selama lima tahun ke depan.

Christian menutup dengan ajakan kolaboratif, bahwa RPJMD ini milik bersama, semua OPD harus satu visi dan satu semangat agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. (*)