Bandung, MEDIASERUNI.ID – Sekda Jabar Herman Suryatman mendorong perguruan tinggi swasta (PTS) untuk lebih aktif berkontribusi mengatasi masalah daerah, terutama pengangguran, kemiskinan dan pengelolaan sampah.

Hal ini disampaikan Sekda Herman dalam Musyawarah Nasional VII Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Unikom, Bandung, Sabtu 2 Agustus 2025.

“Kolaborasi pemerintah, PTS, dan masyarakat menjadi kunci pembangunan berkelanjutan, selaras dengan filosofi Tri Tangtu di Bumi dalam budaya Sunda yakni resi (pendidik), prabu (pemerintah), dan rama (masyarakat),” ucap Sekda Herman.

Herman memaparkan, angka kemiskinan di Jabar mencapai 7,02 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka masih 6,74 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 4,7 persen. Sebanyak 20 persen pengangguran berasal dari lulusan SMA/SMK.

Baca Juga:  Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Pastikan Sektor Wisata Sudah Aman

“Sebagai langkah konkret, Pemprov Jabar bersama APTISI akan menerjunkan sekitar 100.000 mahasiswa PTS dalam program KKN Tematik di 27 kabupaten/kota, dengan fokus utama pada pengelolaan sampah dan pengembangan kewirausahaan,” terang Herman.

Jawa Barat sendiri menghasilkan 29.000 ton sampah per hari, namun sebagian besar tempat pembuangan akhir belum dikelola dengan teknologi memadai.

Baca Juga:  Polres Purwakarta Masuk Sekolah Sosialisasi Bahaya Narkoba

Pemprov juga menyiapkan daftar permasalahan daerah dalam bentuk digital untuk mendukung penelitian PTS. Peneliti yang mengambil topik dari daftar ini akan mendapat kemudahan akses data dan percepatan proses perizinan.

Selain itu, Herman mendorong keterlibatan PTS dalam pelatihan vokasi bagi lulusan SMA/SMK. Dari sekitar 320.000 lulusan yang belum bekerja, pelibatan 300 PTS dalam pelatihan keterampilan dinilai dapat menekan angka pengangguran secara signifikan.

“PTS tidak cukup bangga dengan capaian akademik semata, tapi harus turut menyelesaikan persoalan riil di masyarakat,” tegas Herman. (*)