Bandung, MEDIASERUNI.ID – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menempuh langkah tegas menutup sementara proyek galian Infrastruktur Pasif Terpadu (IPT), demi kenyamanan dan keamanan mudik lebaran 2026. Galian ini sempat dikeluhkan masyarakat.
“Semua bekas galian harus ditutup dan dirapikan. Tidak boleh ada lubang terbuka yang berpotensi membahayakan pengguna jalan,” tegas Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Selasa 3 Maret 2026.
Menurut Farhan, keselamatan dan kenyamanan warga menjadi prioritas utama pemerintah, terutama saat arus kendaraan meningkat menjelang mudik dan momen silaturahmi Lebaran.
“Kondisi jalan harus dipastikan aman dan layak dilalui agar tidak menimbulkan risiko kecelakaan maupun kemacetan,” ucap Farhan.
Disampaikan juga, menjelang musim mudik 2026, mobilitas warga mengalami peningkatan. Atas dasar ini, Pemerintah Kota (Penkot) Bandung memutuskan membatasi sementara aktivitas pembangunan hingga 5 Maret 2026 guna menjaga kenyamanan dan keselamatan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Pembatasan bukan berarti pekerjaan dihentikan tanpa tanggung jawab. Seluruh titik galian yang sudah dibuka wajib dirapikan terlebih dahulu sebelum masa pembatasan diberlakukan,” tandas Farhan.
Di sisi lain, percepatan pengerjaan juga tengah dilakukan oleh PT Bandung Infra Investastama di sejumlah ruas jalan. Langkah ini bertujuan agar proyek galian IPT dapat segera diselesaikan sebelum puncak perayaan Idulfitri.
Pemkot Bandung menargetkan seluruh area terdampak proyek sudah dalam kondisi rapi dan aman sebelum Lebaran tiba. Dengan demikian, aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar tanpa terganggu pekerjaan infrastruktur yang belum tuntas. (*)
