Sukabumi, MEDIASERUNI.ID – Dari total panjang 1.424,38 kilometer jalan di Kabupaten Slukabumi, ternyata masih sepanjang 507,6 kilometer atau 35,63 persen dinyatakan jalan rusak, bahkan rusak berat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi Uus Firdaus, mengatakan itu, Selasa 2 Desember 2025. Dia menerangkan terkaitkan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum.
“Jalan berkategori baik saat ini baru mencapai 40,70 persen. Adapun 290,67 kilometer atau 20,41 persen merupakan jalan rusak sedang, 54,06 kilometer atau 3,79 persen masuk kategori rusak ringan,” katanya.
Pemkab Sukabumi mengalokasikan sebesar Rp 149,89 miliar di 2025 ini, untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan di berbagai wilayah, namun jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal.
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menambahkan, sepanjang 2025 perbaikan jalan didominasi oleh metode hotmix yang dianggap lebih efisien dalam menjangkau banyak titik.
Sementara metode pengecoran diterapkan hanya pada ruas-ruas prioritas, terutama yang dilalui angkutan berat atau memiliki kontur yang membutuhkan kekuatan struktur lebih tinggi.
“Didominasi oleh hotmix, karena pengecoran kan biayanya tinggi, dua kali lipat dari pengaspalan. Kecuali di lokasi yang memang banyak dilalui angkutan berat,” terangnya.
Menurutnya, perbaikan dengan metode pengecoran memang memiliki keunggulan dalam hal durabilitas struktur, sehingga usia jalan lebih panjang.
Namun dari sisi pembiayaan, hotmix dinilai lebih efisien. Sehingga dapat menjangkau ruas jalan yang lebih luas dalam pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan,” tandasnya. (Dwika)
