Jakarta, MEDIASERUNI.ID – PT Kimia Farma Tbk (KAEF), emiten farmasi milik negara, berencana melepas 38 aset berupa tanah dan bangunan dengan nilai transaksi Rp 2,15 triliun. Rencana ini akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 3 November 2025.

Hal itu terungkap, mengutip laman Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), KAEF berencana mengalihkan 38 asetnya dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,15 triliun.

Aset yang akan dialihkan terdiri dari tanah dan bangunan. Pelepasan aset ini dilakukan berdasarkan rencana restrukturisasi perseroan.

“Kimia Farma telah melakukan pengelolaan modal kerja, dan adanya kenaikan suku bunga pinjaman merupakan tantangan lain yang signifikan bagi Kimia Farma, terutama dalam menjaga keseimbangan antara likuiditas dan profitabilitas,” ungkap Manajemen KAEF, dikutip dari detikfinance, Sabtu 27 September 2025.

Baca Juga:  Tingkatkan Keandalan Listrik Jelang Nataru, PLN UPT Karawang Energize Bay Trafo #1 GI 150 kV Parungmulya

Manajemen KAEF menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi untuk menjaga keseimbangan likuiditas dan profitabilitas di tengah tantangan pasca-pandemi serta kenaikan suku bunga pinjaman.

Dana dari pelepasan aset diharapkan dapat memperkuat modal kerja sekaligus mendukung transformasi bisnis yang berfokus pada enam pilar strategis, mulai dari efisiensi operasional, digitalisasi, hingga penguatan tata kelola perusahaan.

Pengalihan aset akan dilakukan melalui tiga mekanisme: lelang umum lewat KPKNL, penawaran terbatas, atau penunjukan langsung.

Baca Juga:  Pastikan Aset Terpelihara Dengan Baik, Pasi Log Kodim 0612/Tasikmalaya Laksanakan Pengecekan Ke Koramil Jajaran

Perseroan menegaskan, pelepasan aset ini tidak akan mengganggu operasional bisnis dan bisa dilakukan dalam satu atau beberapa tahap transaksi.

Dari sisi kinerja, Kimia Farma mencatat penurunan penjualan neto 16,19% menjadi Rp 4,36 triliun pada semester I 2025. Meski beban pokok penjualan turun 22,72% menjadi Rp 2,80 triliun, perusahaan tetap membukukan rugi bersih Rp 95,01 miliar.

Hingga akhir Juni 2025, total aset KAEF tercatat Rp 14,97 triliun dengan liabilitas Rp 11,68 triliun dan ekuitas Rp 3,29 triliun. (*)