Bandung, MEDIASERUNI.ID – Polemik penutupan Kebun Binatang Bandung terus menuai sorotan, termasuk dari Komisi IV DPRD Kota Bandung yang mendesak Pemkot segera memastikan perlindungan bagi para pekerja di kawasan konservasi tersebut.
“Kita mendorong Pemerintah Kota segera merealisasikan janji untuk melindungi tenaga kerja di sini, dengan memperhatikan apa nasib karyawan juga dalam perspektif jangka panjang,” kata Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Andri Gunawan, Minggu 29 Maret 2026, mengutip detikjabar.
Menurut Andri, langkah cepat sangat dibutuhkan agar para karyawan tidak terus berada dalam ketidakpastian, terutama setelah aktivitas kebun binatang dihentikan.
Ia menjelaskan, saat ini para karyawan masih berada di bawah naungan yayasan. Namun, kondisi keuangan yayasan disebut sudah tidak memungkinkan karena tidak adanya pemasukan sejak penutupan operasional.
Situasi ini, kata Andri, membuat para pekerja seperti kehilangan pegangan. Ia bahkan mengibaratkan mereka sebagai “ronin”, atau pekerja tanpa kepastian arah dan perlindungan.
“Yayasan sudah tidak punya kemampuan finansial karena kebun binatang tutup. Akhirnya karyawan seperti kehilangan ‘tuan’,” jelasnya.
Tak hanya itu, Andri juga mengkritik keputusan penutupan Bandung Zoo yang dinilai terlalu terburu-buru. Dampaknya bukan hanya pada operasional, tetapi juga pada hak-hak karyawan, termasuk jaminan masa depan mereka.
Ia pun mengusulkan agar Pemkot Bandung mengambil langkah administratif, seperti mengirimkan surat kepada yayasan untuk menempatkan karyawan dalam status BKO (Bawah Kendali Operasi). Dengan begitu, hak-hak pekerja tetap bisa terjamin.
“Dengan skema itu, karyawan tetap terlindungi, termasuk hak pensiun dan hak lainnya yang selama ini melekat,” katanya.
Andri juga menyayangkan penutupan yang langsung menghentikan sumber pemasukan yayasan. (*)

