Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam membangun masa depan bangsa.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Sri Dewi Anggraini, S.E., mengajak masyarakat menjadikan Hari Santri bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, memperkuat akhlak, serta menumbuhkan semangat kebangsaan di tengah tantangan zaman.
Menurutnya, santri memiliki peran strategis dalam perjalanan bangsa. Santri tidak hanya dituntut memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga perlu mengembangkan wawasan, keterampilan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial agar mampu berkontribusi di berbagai bidang kehidupan.
“Semangat Hari Santri harus menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun bangsa tidak cukup hanya dengan kecerdasan, tetapi juga membutuhkan akhlak yang baik, integritas, keikhlasan, dan semangat persatuan,” ucap Sri Dewi Anggrainin, menyampaikan pesan yang dapat diangkat dalam momentum Hari Santri.
Momentum Edukasi Publik
Dalam menyikapi Hari Santri, terdapat sejumlah nilai penting yang perlu terus ditanamkan kepada masyarakat.
Pertama, memperkuat pendidikan karakter. Pesantren memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan keluarga, lingkungan pendidikan, maupun masyarakat.
Kedua, menjaga persatuan dan toleransi. Semangat keagamaan harus berjalan seiring dengan semangat kebangsaan. Masyarakat perlu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun kehidupan yang damai, saling menghormati, dan menjunjung tinggi persatuan Indonesia.
Ketiga, mendorong santri adaptif terhadap perkembangan zaman. Santri masa kini perlu memiliki kemampuan literasi digital, penguasaan ilmu pengetahuan, jiwa kewirausahaan, serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Keempat, meningkatkan perhatian terhadap pendidikan pesantren. Dukungan terhadap pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan agar santri memperoleh kesempatan berkembang secara optimal.
Santri Berdaya Bangsa Berjaya
Hj. Sri Dewi Anggraeni, S.E. juga berharap momentum Hari Santri dapat mendorong semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat pendidikan, pemberdayaan generasi muda, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat.
Hari Santri menjadi pengingat bahwa kontribusi santri tidak terbatas di lingkungan pesantren. Mereka dapat hadir sebagai pendidik, pelaku usaha, profesional, pemimpin masyarakat, serta penggerak perubahan yang membawa manfaat bagi umat dan bangsa.
Momentum ini hendaknya menjadi ajakan bersama untuk menghargai jasa para ulama dan santri, memperkuat kualitas pendidikan, serta melahirkan generasi yang religius, berwawasan luas, dan mampu menjawab tantangan masa depan.
Selamat Hari Santri Nasional. Santri kuat, akhlak hebat, Indonesia bermartabat. (Candr
