Kesepakatan Senyap yang Mengguncang Industri

Kesepakatan antara Nvidia dan Groq menjadi salah satu transaksi paling menarik di industri teknologi tahun ini. Tanpa pengumuman resmi dari Nvidia, kabar kerja sama ini justru muncul melalui unggahan singkat Groq yang dirilis setelah jam perdagangan.

Nilai transaksi yang diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS langsung memicu diskusi luas di kalangan analis dan investor.

Menghindari Akuisisi Tradisional

Alih-alih melakukan akuisisi penuh, Nvidia memilih jalur lisensi non-eksklusif. Pendekatan ini memungkinkan Nvidia mendapatkan manfaat teknologi dan sumber daya manusia Groq tanpa harus menghadapi proses persetujuan regulator yang panjang.

Baca Juga:  Gigabyte Rilis DDR5-7200 256GB Pertama di Dunia, Siap Dorong Batas Komputasi Modern

Menurut para analis, strategi ini semakin lazim di tengah meningkatnya pengawasan antimonopoli terhadap raksasa teknologi.

Groq Tetap Independen, Tapi Terintegrasi

Meski pendirinya bergabung dengan Nvidia, Groq disebut akan tetap beroperasi sebagai perusahaan independen. Struktur ini memberi kesan persaingan tetap berjalan, meski kendali strategis berpindah tangan.

Inferensi Jadi Medan Pertarungan Baru

Groq memiliki keunggulan di bidang inferensi AI, segmen yang diprediksi tumbuh pesat. Nvidia dinilai menyadari bahwa dominasi GPU di pelatihan AI saja tidak cukup untuk mempertahankan kepemimpinan jangka panjang.

Baca Juga:  Saham Marvell Turun Drastis! Microsoft Diduga Beralih ke Broadcom, Investor Panik?

Respons Pasar dan Prospek Saham

Pasar merespons positif kabar ini. Saham Nvidia terus menguat, mencerminkan keyakinan investor terhadap strategi agresif perusahaan dalam memperluas ekosistem AI.