MEDIASERUNI – Perjalanan misteri hari ini, sampai di Bukit Barisan, jajaran pegunungan di Pulau Sumatera. Entah, mitos atau fakta, namun sebagian masyarakat percaya bukit itu dihuni sosok gaib yang mereka sebut Penunggu Bukit Barisan.
Bukit Barisan, persisnya terletak di barat daya pulau Sumatera, dikenal sebagai hutan yang menyimpan berbagai misteri, baik yang berhubungan dengan makhluk fisik maupun tak kasat mata.
Meski sampai sekarang belum ada yang dapat menjelaskan secara ilmiah, namun kisah yang berkembang turun temurun adalah keberadaan mahluk gaib suku bunian, sebangsa mahluk tak kasat mata, yang menurut beberapa literatur merupakan mahluk kasat mata berujud harimau, meski belum teruji kebenarannya.
Orang bunian adalah makhluk gaib yang dipercaya oleh masyarakat Minangkabau dan Melayu di Sumatera, Kalimantan, serta di Malaysia Barat yang diakui eksistensi dan keberadaannya.
Mereka diyakini mendiami bagian-bagian yang tidak dihuni manusia, seperti hutan, tepian sungai di pedalaman, dan gunung. Berikut beberapa informasi mengenai orang bunian dan misteri yang terkait dengan mereka.
Orang bunian diyakini telah mendiami Bukit Barisan sejak ribuan tahun silam. Keberadaan mereka sangat diyakini oleh masyarakat yang tinggal di kaki Bukit Barisan.
Beberapa orang percaya bahwa orang bunian memiliki bentuk menyerupai manusia dan tinggal di tempat sepi, seperti rumah kosong yang telah ditinggalkan penghuninya dalam waktu lama.
Orang bunian sering dianggap sebagai makhluk tak kasat mata yang sering menyesatkan manusia di dalam hutan. Konon, mereka dapat menyebabkan manusia tersesat dan bahkan mati.
Beberapa orang berpendapat bahwa suara-suara misterius yang terdengar di dalam hutan Bukit Barisan berasal dari orang bunian. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa suara tersebut berasal dari jenis-jenis satwa liar yang belum teridentifikasi.
Meskipun ada yang mempercayai keberadaan orang bunian sebagai fakta, ada juga yang menganggapnya sebagai mitos. Sebagian orang pernah mengalami dan berjumpa dengan orang bunian, sementara sebagian lain hanya mendengar berita tentang mereka. (Azhari/Mediaseruni)