Penulis : Slamet Efendi
Menjelang Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451 yang diperingati pada 24 Januari, tokoh masyarakat Pemalang, Slamet Efendi, menyampaikan pandangan kritis sekaligus harapannya terhadap arah pembangunan daerah. Menurutnya, momentum hari jadi seharusnya menjadi refleksi bersama, bukan sekadar seremoni.
Slamet mempertanyakan “hadiah” apa yang sesungguhnya akan dirasakan masyarakat dari kepemimpinan daerah saat ini. Ia mengingatkan agar pembangunan tidak hanya dikemas secara simbolik, tetapi benar-benar berdampak pada kesejahteraan rakyat.
“Apakah pembangunan ke depan benar-benar mensejahterakan rakyat, atau justru hanya kamuflase dengan memperbanyak pinjaman atas nama percepatan pembangunan yang pada akhirnya menyengsarakan masyarakat Pemalang,” ujar Slamet.
Ia juga menyoroti pentingnya peran DPRD Kabupaten Pemalang sebagai lembaga yang memiliki fungsi budgeting dan controlling. Menurutnya, DPRD harus bersikap tegas dan tidak sekadar menjadi “tukang stempel” kebijakan eksekutif.
“DPRD harus betul-betul membentengi rakyat dari jurang kemiskinan. Jangan sampai Pemalang digadaikan secara brutal demi ambisi dan kepentingan segelintir orang,” tegasnya.
Di tengah kondisi cuaca yang semakin ekstrem, Slamet menilai kebijakan pemerintah daerah seharusnya difokuskan pada antisipasi bencana dan penguatan ketahanan pangan, bukan pada proyek-proyek fantastis yang minim manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar BUMD yang masih sehat tidak ditarik ke dalam jeratan utang besar demi kepentingan jangka pendek yang berisiko di masa depan.
“BUMD jangan sampai dikorbankan dan dibawa ke jurang utang hanya karena kepentingan sesaat,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Slamet menegaskan bahwa masyarakat Pemalang menunggu langkah nyata DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan secara independen dan berpihak pada rakyat.
“Semoga di usia Kabupaten Pemalang yang ke-451 ini, Pemalang semakin baik dan semakin sejahtera. Dirgahayu Pemalang tercinta,” pungkasnya.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi titik tolak perbaikan kebijakan demi masa depan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
