PATI, MEDIA SERUNI.ID – Situasi paska revolusi aksi demo melalui Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), kini di area Alun-alun dan di Pendopo Kabupaten Pati telah dijaga oleh aparat.
Pasalnya, tragedi 13 Agustus 2025 di area Alun-alun Kabupaten Pati dihadiri kisaran 150 ribu Masyarakat melalui (AMPB) atas tantangan oleh Sudewo selaku Bupati Pati yang telah menurunkan ribuan personil Polisi, sehingga pertokoan dan pelayanan hingga tutup total.
Situasi setelah digoyang aksi demonstrasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) pada Rabu lalu, Bupati Pati, Sudewo, tidak terlihat di kantornya selama dua hari berturut-turut, Sehingga pada hari Kamis siang, suasana di kantor Bupati Sudewo tampak sepi, dan tidak menghadiri rapat paripurna di (DPRD) Kabupaten Pati pada Jumat kemarin.
Dalam pantauan Media Seruni.id sejak hari Kamis 14 Agustus 2025 siang menunjukkan bahwa kantor Bupati Pati tampak lengang, dan dijaga oleh aparat Kepolisian.
Hingga keesokan harinya, Jumat 15 Agustus 2025 saat (DPRD) Pati menggelar Rapat Paripurna untuk Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI pada Sidang Tahunan (MPR) hanya dihadiri Wakil Bupati Pati, Risma Adi Chandra, hadir dalam rapat tersebut yang dimulai pukul 10.00 WIB.
Sebelumnya, pada Rabu 13 Agustus 2025, terjadi demonstrasi besar-besaran di Alun-alun Pati. Massa meminta Sudewo untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Aksi tersebut sempat ricuh, menyebabkan puluhan orang terluka.
Pada kesempatan itu, Sudewo menemui peserta aksi. Saat dia menyampaikan permintaan maaf, massa langsung melemparinya dengan berbagai benda, termasuk botol dan alas kaki. Ajudannya segera melindungi Sudewo dengan tameng.
Diketahui bahwa massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menuntut Sudewo lengser karena dinilai mengeluarkan kebijakan yang sewenang-wenang, seperti kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) hingga 250 persen dan merubah “Pati Mutiara” yang semula “Pati Bumi Mina Tani” dan pemecatan ratusan tenaga honorer yang tanpa pesangon.
(DPRD) Pati kemudian merespons demonstrasi tersebut dengan mengumumkan pembentukan panitia khusus (Pansus) hak angket untuk memakzulkan Sudewo. Salah satu dasar pansus ini adalah dugaan pengisian jabatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang dianggap tidak sah.
Hal tersebut disampaikan oleh Didi Cs selaku tim Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu kepada Media Seruni menyampaikan bahwa.
“Memang sejak hari kemarin hingga malam hari ini belum ada kabar di kantor Pak Bupati Sudewo ada dikantor, entah kemana perginya saya belum tau,”kata Didi, Sabtu 16 Agustus 2025 malam.
Hal senada disampaikan oleh salah satu tokoh Pers di Kabupaten Pati saat dihubungi via pesan singkat melalui Whatsapp kepada Media Seruni, Minggu 17 Agustus 2025, menyampaikan.
“Memang betul belum nampak di kantor Bupati Sudewo, Bahkan tadi pagi yang memimpin upacara (HUT) RI ke 80 di Pemkab Pati oleh Tak Yasin selaku Wakil Gubernur Jawa Tengah yang didampingi oleh Risma Ardhi Chandra selaku Wakil Bupati Pati,”Ungkapnya yang enggan menyebutkan nama.
Kalau soal ancaman dari Kapolri di (Medsos) siapa pemicu demo atau kerusuhan saat aksi demo empat hari lalu, kalau toh memang bener yang Pak Kapolri institusikan, kamipun akan rame-rame bersama masyarakat Se Kabupaten Pati bahkan bisa Se Jawa Tengah ikut serta akan melawan beking penguasa,”tuturnya.(Red)
