MEDIASERUNI.ID – Viral di platform X, proyek visualisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dijuluki “Mata Tuhan” menjadi sorotan publik global.

Teknologi ini merekonstruksi secara 4D detik-detik operasi militer Amerika Serikat ke Iran dalam misi bertajuk Operation Epic Fury, lengkap dengan dimensi waktu yang bisa digeser menit demi menit.

Video tersebut memperlihatkan konflik dari perspektif global melalui globe 3D interaktif dengan berbagai lapisan data real-time. Tak heran, warganet menyebutnya sebagai “Mata Tuhan” karena mampu menampilkan gambaran situasi layaknya melihat dunia dari atas secara menyeluruh.

Dikembangkan Mantan PM Google
Proyek ini dibagikan oleh Bilawal Sidhu, mantan Product Manager di Google yang kini fokus pada kecerdasan spasial dan pemodelan dunia digital.

Dalam unggahannya di X (sebelumnya Twitter), Sidhu menjelaskan bahwa ia mengerahkan “swarm” atau sekumpulan agen AI untuk mengumpulkan seluruh sinyal Open Source Intelligence (OSINT) yang tersedia secara publik sebelum data tersebut hilang dari cache internet.

Baca Juga:  Bupati Aep Saepuloh Ingatkan HUT Kemerdekaan Momentum Pengingat Jasa Pahlawan

Unggahan itu telah ditonton lebih dari tiga juta kali dan memicu ribuan respons. Fenomena ini dinilai sebagai pergeseran baru dalam cara masyarakat mengakses, memahami, dan memvisualisasikan konflik global berbasis data terbuka.

Proyek “Mata Tuhan” muncul tak lama setelah dimulainya Operation Epic Fury pada 28 Februari 2026. Saat kabar serangan mulai beredar, Sidhu langsung mengaktifkan agen AI untuk merekam berbagai sinyal OSINT yang tersebar di internet.

Data yang dikumpulkan meliputi:
Pelacakan pesawat (ADS-B)
Pelacakan kapal (AIS)
Citra satelit Copernicus dan Landsat
Laporan media sosial
Seluruh data tersebut kemudian diproses menjadi rekonstruksi 4D melalui tool bernama WorldView.

Sidhu menegaskan bahwa proyek ini tidak menggunakan proprietary data fusion maupun data rahasia. Seluruh informasi berasal dari sumber terbuka yang dapat diakses publik.

Baca Juga:  28 Mahasiswa Peserta Aksi di DPRD Karawang Dipulangkan Setelah Diamankan Polisi

Hasilnya adalah globe 3D interaktif dengan overlay data real-time. Pengguna dapat menggeser waktu untuk melihat perkembangan peristiwa secara kronologis, mulai dari awal operasi hingga dampaknya di berbagai wilayah.

Pembersihan wilayah udara di atas Teheran
Penguncian koordinat serangan darat
Gangguan GPS skala besar.

Zona larangan terbang di sembilan negara
Pergerakan armada kapal di Selat Hormuz
Antarmuka menampilkan jalur pesawat berwarna merah, zona jamming GPS berwarna hijau, serta label seperti “Iran Airspace Closed”.

Sekilas tampilannya menyerupai adegan film fiksi ilmiah, namun seluruhnya dibangun dari pemrosesan data publik berbasis AI.

Proyek ini memunculkan diskusi luas tentang masa depan jurnalisme data, transparansi konflik militer, serta potensi kecerdasan buatan dalam memetakan peristiwa global secara real-time. (*)