Bandung, MEDIASERUNI.ID – Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, turun langsung meninjau kawasan terdampak banjir di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Senin 8 Desember 2025.

Beberapa titik dia sambangi, mulai dari gedung shelter pengungsian Desa Dayeuhkolot, pemukiman warga yang masih terendam, hingga area sodetan Citarum di Taman Air Baleendah.

Di shelter pengungsian, Erwan bertemu 32 keluarga atau 87 warga yang untuk sementara harus meninggalkan rumahnya. Ia mengimbau mereka untuk tetap mengutamakan kesehatan serta tidak terburu-buru pulang sebelum kondisi cuaca benar-benar aman.

Saat meninjau sodetan Citarum, Erwan menemukan tumpukan sampah besar yang berpotensi menghambat aliran air. Temuan itu menambah daftar persoalan klasik banjir yang harus diselesaikan secara terpadu.

Baca Juga:  PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) DIMULAI DILAMPUNG UTARA

Dalam kesempatan itu, Erwan juga memberikan bantuan sembako kepada pengungsi. Ia menegaskan bahwa penanganan banjir di Bandung Selatan tidak bisa lagi hanya bersifat reaktif.

Menurutnya, kerugian akibat banjir yang sudah terus berulang selama puluhan tahun menuntut adanya langkah strategis dan berkelanjutan.

Salah satu kebijakan yang tengah dijalankan Pemprov Jabar adalah penghentian sementara izin perumahan di Bandung Raya, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Nomor 177/PUR.06.02.03/DISPERKIM. Langkah ini dilakukan untuk memperbaiki tata ruang sekaligus menguatkan daya dukung lingkungan.

Baca Juga:  Amanda Soemedi Apresiasi Promosi Produk Perkayuan IKM di Sumedang

Erwan juga menyoroti pentingnya kajian teknis terkait pembangunan kolam retensi serta penataan permukiman yang ramah sungai.

Ia mengingatkan bahwa kawasan hunian ke depan tidak boleh lagi membelakangi sungai, melainkan harus menghadap ke arah aliran air agar tercipta budaya menjaga lingkungan bersama.

Selain itu, aturan mengenai jarak aman dari sempadan sungai harus benar-benar ditegakkan demi keselamatan warga dan mencegah banjir yang terus berulang. (*)