Karawang, MEDIASERUNI.ID – Pengendara motor yang melintas dari arah Johar menuju Klari dan Cikampek diingatkan waspada. Lubang jalan dan jalan berkeroak sudah bermunculan dan mengagah siap menelan korban.

Ironisnya kondisi ini makin diperparah dengan situasi banjir yang terjadi. Lubang dan keroakan jalan jadi tidak terlihat. Padahal kedalamannya cukup mengkhawatirkan. Dengan kisaran 5 – 10 cm, dipastikan cukup membuat pengendara motor celaka.

Sejumlah titik sepanjang Jalan Raya Suroto Kunto – Klari patut diwaspadai. Terutama di badan jalan layang Klari, persis bagian atasnya, keroakan selebar 60 cm dengan kedalam sekitar 15 Cm terlihat menganga.

Titik berikutnya tak kalah berbahaya, sekitar lampu merah Klari kearah GT Karawang Timur. Dititik itu, keroakan jalan lebih lebar siap menanti dengan potensi kecelakaannya yang lebih besar.

Selanjutnya keroakan jalan sebelum putaran balik Klari kembali ke arah Johar. Di ruas itu, keroakan jalan dengan kedalaman sekitar 10 – 15 Cm juga mesti diwaspadai karena cukup berpotensi bikin motor terjungkal.

Baca Juga:  Menakar Nasib Buruh Dalam Pilkada Karawang 2024

Titik-titik ini berpotensi membuat pengendara motor celaka. Terlebih musim hujan saat ini, keroakan dan lubang jalan jadi tidak terlihat karena tertutup banjir akibat hujan deras..

Pantauan Mediaseruni, Rabu 29 Januari 2026, keroakan dan lubang-lubang jalan itu tidak terlihat, tertutup air. Banjir menutup ruas jalan tersebut.

Banjir terparah terjadi di ruas Jalan Raya Klari–Pertigaan Kopel dari arah Cikampek. Sepanjang sekitar 300 meter di area putaran balik Klari, air setinggi lutut orang dewasa menenggelamkan jalan. Banyak pengendara motor terpaksa mendorong kendaraannya karena mogok akibat terendam air.

“Sudah muter lewat jalan kecil di pemukiman, sama-sama banjir. Akhirnya malah terjebak di sini,” ujar Alfan, pengendara motor yang hendak berangkat kerja ke Telukjambe.

Baca Juga:  PLN - Pindad Bersinergi Kembangkan Pembangkit Listrik Bersih Untuk Wilayah 3T

Pantauan di sepanjang Jalan Raya Klari–Johar, genangan air bervariasi mulai setinggi mata kaki hingga lutut orang dewasa. Di sekitar lampu merah menuju GT Karawang Timur arah Johar, banjir merendam jalan sepanjang sekitar 100 meter dan menyebabkan kemacetan.

Kondisi serupa juga terlihat di depan Pasar Johar hingga bunderan Ramayana. Air setinggi betis orang dewasa menutup badan jalan, membuat kendaraan melaju perlahan.

Sementara itu, banjir paling parah terjadi di ruas belakang GOR Panatayudha hingga tembus Jalan Husni Hamid. Ketinggian air di lokasi ini bahkan sudah melampaui lutut orang dewasa.

Warga setempat pun mengimbau pengendara untuk putar balik karena banyak kendaraan mogok. Hujan mulai reda sejak sekitar pukul 08.00 Wib meninggalkan banjir setinggi lutut orang dewasa. (*)