WhatsApp Web Hadirkan Panggilan Suara dan Video Langsung di Browser

MEDIASERUNI.ID – WhatsApp Web dipastikan akan segera menghadirkan fitur panggilan suara dan panggilan video langsung melalui browser komputer. Pembaruan ini memungkinkan pengguna melakukan komunikasi audio-visual tanpa perlu berpindah ke aplikasi WhatsApp di ponsel maupun mengunduh aplikasi desktop.

Informasi ini terungkap dari laporan pengamat fitur WhatsApp, WABetaInfo, yang menyebut bahwa Meta tengah mengembangkan kemampuan panggilan terintegrasi pada versi web. Jika resmi dirilis secara luas, fitur ini akan menjadi salah satu peningkatan paling signifikan dalam sejarah WhatsApp Web sejak pertama kali diperkenalkan.

Langkah tersebut dinilai sebagai respons Meta terhadap kebutuhan pengguna yang semakin mengandalkan perangkat desktop untuk bekerja, berkolaborasi, dan berkomunikasi jarak jauh.

Apa, Siapa, Kapan, dan Mengapa Fitur Ini Dihadirkan

Apa yang Baru dari WhatsApp Web

WhatsApp Web selama ini hanya berfungsi sebagai sarana pengiriman pesan teks, gambar, dan dokumen yang tersinkronisasi dari ponsel. Dengan pembaruan terbaru, pengguna akan mendapatkan:

  • Panggilan suara langsung via browser
  • Panggilan video tanpa aplikasi tambahan
  • Berbagi layar (screen sharing)
  • Enkripsi end-to-end tetap aktif
  • Kompatibel lintas sistem operasi, termasuk Linux

Siapa yang Mengembangkan dan Menggunakan

Fitur ini dikembangkan oleh Meta Platforms Inc., induk perusahaan WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Target penggunanya mencakup:

  • Pekerja remote
  • Pelajar dan mahasiswa
  • Profesional kreatif
  • Pengguna Linux yang belum memiliki aplikasi desktop resmi

Kapan Akan Dirilis

Hingga kini, Meta belum mengumumkan tanggal rilis resmi. Namun berdasarkan laporan 9To5Google (Selasa, 10/2/2026), fitur tersebut telah memasuki tahap pengembangan lanjutan dan diuji secara terbatas.

Cara Kerja Panggilan Suara dan Video di WhatsApp Web

Antarmuka dan Mekanisme Panggilan

Dalam pembaruan ini, tombol “Suara” dan “Video” akan ditampilkan langsung di jendela percakapan individual. Pengguna cukup mengklik ikon tersebut untuk memulai panggilan, mirip dengan pengalaman di aplikasi seluler.

Baca Juga:  Edukasi Keamanan Digital: Mengenal Spyware dan Cara Melindungi Ponsel

Namun, untuk tahap awal:

  • Panggilan hanya tersedia di chat individual
  • Belum mendukung panggilan grup
  • Kualitas koneksi masih terus dioptimalkan

Keunggulan Teknis Dibanding Aplikasi Desktop

Berbeda dengan aplikasi desktop WhatsApp yang harus diunduh, versi web memungkinkan pengguna:

  • Menghemat ruang penyimpanan
  • Mengakses WhatsApp dari perangkat publik
  • Tetap berfungsi di sistem operasi yang belum didukung resmi

Keamanan Tetap Jadi Prioritas Utama

Enkripsi End-to-End Tetap Berlaku

Meta memastikan bahwa seluruh panggilan suara dan video di WhatsApp Web tetap dilindungi end-to-end encryption, sama seperti di aplikasi mobile. Artinya:

  • Percakapan tidak bisa diakses pihak ketiga
  • Meta tidak dapat mendengarkan isi panggilan
  • Data tetap aman selama transmisi

“Keamanan komunikasi pengguna tetap menjadi fondasi utama setiap pengembangan WhatsApp,”

WhatsApp Perkuat Perlindungan Akun Lewat Advanced Account Protection

Fitur Keamanan Baru untuk Pengguna Berisiko Tinggi

Sebelum pengumuman fitur panggilan di WhatsApp Web, Meta telah meluncurkan Advanced Account Protection, sistem keamanan tambahan yang ditujukan bagi pengguna dengan risiko tinggi, seperti:

  • Jurnalis
  • Aktivis
  • Tokoh publik
  • Profesional yang rentan menjadi target spyware

Fitur ini memiliki konsep serupa dengan Lockdown Mode di iPhone dan Advanced Protection di Android.

Apa Saja yang Dilakukan Advanced Account Protection

Saat diaktifkan, sistem akan otomatis:

  • Memblokir lampiran dari nomor tak dikenal
  • Membisukan panggilan dari kontak asing
  • Membatasi akses fitur tertentu
  • Mengurangi potensi eksploitasi celah keamanan

Menurut laporan TheHackerNews (28/1/2026), fitur ini memungkinkan peningkatan keamanan akun hanya dalam beberapa ketukan tanpa pengaturan manual yang rumit.

Langganan Premium WhatsApp, Instagram, dan Facebook Mulai Diuji

Meta Siapkan Model Bisnis Baru

Selain pengembangan WhatsApp Web, Meta juga mengonfirmasi rencana uji coba layanan langganan premium untuk WhatsApp, Instagram, dan Facebook.

Baca Juga:  Benarkah Helldivers 2 Akan Punya Mode Roguelite? Ini Fakta di Baliknya

Mengutip laporan BBC (27/1/2026), layanan berbayar ini akan menawarkan:

  • Fitur berbasis AI tingkat lanjut
  • Peningkatan alat komunikasi
  • Dukungan pembuatan konten canggih

Namun, Meta menegaskan bahwa:

  • Fitur inti tetap gratis
  • Langganan bersifat opsional
  • Tidak ada kewajiban bagi pengguna umum

Aplikasi Baru Meta: Vibes untuk Kreasi Video AI

Integrasi Teknologi AI dari China

Dalam uji coba layanan premium tersebut, Meta juga akan memperkenalkan aplikasi pembuatan video berbasis AI bernama Vibes. Aplikasi ini dirancang untuk membantu pengguna mengubah ide kreatif menjadi konten visual secara instan.

Menurut laporan TechCrunch, Meta akan mengintegrasikan teknologi dari Manus, perusahaan AI asal China yang diakuisisi pada Desember lalu dengan nilai sekitar USD 2 miliar atau setara Rp 336 triliun.

Dampak Bagi Pengguna dan Industri Digital

Produktivitas dan Fleksibilitas Meningkat

Kehadiran panggilan suara dan video di WhatsApp Web diperkirakan akan:

  • Mengurangi ketergantungan pada ponsel
  • Meningkatkan efisiensi kerja jarak jauh
  • Menjadikan WhatsApp pesaing serius Zoom dan Google Meet untuk komunikasi ringan

Tantangan Ke Depan

Meski menjanjikan, tantangan tetap ada, antara lain:

  • Stabilitas koneksi di browser
  • Konsumsi bandwidth
  • Potensi penyalahgunaan jika keamanan tidak optimal

Kesimpulan: WhatsApp Web Masuki Fase Baru

Peluncuran panggilan suara dan video di WhatsApp Web menandai transformasi besar platform pesan instan tersebut. Dari sekadar alat kirim pesan, WhatsApp kini semakin mendekati ekosistem komunikasi terpadu lintas perangkat.

Dengan dukungan keamanan berlapis, rencana langganan premium, serta ekspansi teknologi AI, Meta menunjukkan ambisi besarnya untuk mempertahankan dominasi di tengah persaingan ketat industri komunikasi digital global.