WiFi Sensing Dinilai Efisien, Pakar Ingatkan Risiko Privasi Digital Baru
MEDIASERUNI.ID – WiFi Sensing mulai menarik perhatian luas sebagai teknologi pendeteksi aktivitas tanpa kamera, namun para pakar privasi dan keamanan data menilai inovasi ini tetap membawa risiko baru yang perlu diantisipasi sejak dini. Meski tidak merekam gambar atau suara, kemampuan WiFi untuk “merasakan” kehadiran manusia dinilai dapat memunculkan bentuk pengawasan yang lebih halus dan sulit disadari.
Sejumlah ahli menegaskan bahwa teknologi ini tidak boleh hanya dilihat dari sisi efisiensi, tetapi juga dari implikasi etis dan tata kelola datanya.
Tidak Merekam Visual, Tapi Tetap Mengumpulkan Data Sensitif
Banyak produsen mempromosikan WiFi Sensing sebagai teknologi yang ramah privasi karena tidak menggunakan kamera. Namun menurut pakar keamanan siber, absennya visual tidak otomatis berarti bebas risiko.
Data yang dikumpulkan WiFi Sensing tetap tergolong sensitif karena berkaitan langsung dengan perilaku manusia—mulai dari pola gerak, waktu aktivitas, hingga kebiasaan harian di dalam rumah.
Pola Aktivitas Bisa Menjadi Sidik Digital
Pakar privasi digital menilai bahwa pola aktivitas seseorang dapat berfungsi layaknya sidik jari digital. Dari data WiFi Sensing, sistem berpotensi mengetahui kapan penghuni bangun tidur, kapan rumah kosong, hingga rutinitas harian yang berulang.
Jika data tersebut jatuh ke pihak yang tidak berwenang, risiko penyalahgunaan tetap terbuka, meskipun tanpa rekaman visual.
Ancaman Keamanan dari Infrastruktur yang Selalu Aktif
WiFi Sensing bekerja dengan memanfaatkan router dan perangkat jaringan yang aktif sepanjang waktu. Kondisi ini membuatnya menjadi target potensial bagi peretas jika tidak dilindungi dengan sistem keamanan yang memadai.
Menurut pengamat keamanan jaringan, celah pada firmware router atau sistem cloud dapat membuka akses ke data penginderaan yang seharusnya bersifat privat.
Risiko Serangan Siber Tidak Bisa Diabaikan
Jika sistem WiFi Sensing terhubung ke layanan cloud, risiko kebocoran data meningkat. Pakar menyarankan agar pemrosesan data dilakukan secara lokal (on-device processing) sejauh mungkin, guna meminimalkan transmisi data sensitif ke server eksternal.
Tantangan Regulasi dan Kepastian Hukum
Hingga saat ini, banyak negara belum memiliki regulasi khusus yang mengatur teknologi penginderaan berbasis WiFi. WiFi Sensing berada di area abu-abu antara infrastruktur komunikasi dan sistem pengawasan.
Pakar kebijakan digital menilai regulasi perlu mengejar perkembangan teknologi agar hak privasi pengguna tetap terlindungi.
Perlunya Transparansi dan Persetujuan Pengguna
Salah satu prinsip utama yang disoroti para ahli adalah transparansi. Pengguna harus diberi informasi jelas bahwa jaringan WiFi di rumah atau kantor mereka digunakan untuk fungsi penginderaan, bukan sekadar konektivitas.
Persetujuan eksplisit dan kontrol pengguna atas data menjadi syarat mutlak sebelum teknologi ini diterapkan secara luas.
Etika Penggunaan di Ruang Privat
Penerapan WiFi Sensing di ruang privat seperti rumah, kamar tidur, atau kantor menimbulkan pertanyaan etis yang lebih kompleks. Meski tujuannya meningkatkan kenyamanan atau keamanan, teknologi ini tetap “mengamati” aktivitas manusia secara pasif.
Beberapa pakar etika teknologi menekankan pentingnya prinsip minimal data—mengumpulkan data secukupnya dan hanya untuk tujuan yang benar-benar diperlukan.
Standarisasi sebagai Kunci Keamanan
Pengembangan standar WiFi 802.11bf dipandang sebagai langkah penting untuk mengatur bagaimana WiFi Sensing bekerja secara teknis. Standar ini diharapkan mencakup aspek keamanan, enkripsi, dan pembatasan akses data.
Tanpa standar yang jelas, implementasi WiFi Sensing berisiko menjadi tidak konsisten dan sulit diawasi.
Menjaga Keseimbangan Inovasi dan Hak Individu
Para pakar sepakat bahwa WiFi Sensing memiliki potensi besar, terutama dalam rumah pintar, perawatan lansia, dan efisiensi energi. Namun, inovasi tidak boleh mengorbankan hak dasar pengguna atas privasi dan keamanan data.
Pendekatan “privacy by design” dinilai penting, di mana perlindungan data menjadi bagian inti dari desain sistem, bukan sekadar tambahan di tahap akhir.
Masa Depan WiFi Sensing di Mata Pakar
WiFi Sensing berpeluang menjadi teknologi arus utama jika mampu menjawab kekhawatiran publik terkait privasi. Keberhasilan adopsinya akan sangat bergantung pada transparansi, keamanan teknis, dan kepastian regulasi.
Bagi para ahli, masa depan teknologi ini bukan hanya soal seberapa canggih ia bekerja, tetapi seberapa besar kepercayaan publik yang mampu dibangun.
