Purwakarta, MEDIASERUNI – Produksi ikan melimpah, warga Kabupaten Purwakarta malah tidak doyan makan ikan. Karenanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta galakan program gemar makan ikan.

“Warga di sini (Kabupaten Purwakarta, red) lebih suka makan daging ayam atau daging sapi. Mereka malah tidak suka makan ikan, padahal produksi ikan kita melimpah,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta, Ida Siti Hamidah.

Untuk itu, lanjut Ida, salah satu menu makanan yang diberikan kepada warga yang terkena stunting adalah ikan lele. “Agar warga mau makan ikan, maka ikannya dibagikan secara gratis,” ucap Ida, dikutip Senin 7 Oktober 2024.

Kendati demikian, Ida menambahkan, ikan yang dibagikan ke warga berupa bibit, dan ember yang digunakan untuk media pemeliharaannya.

“Bibit yang diberikan sebanyak 300 ekor bibit lele. Memang tidak akan tumbuh semua, karena ada beberapa yang mati. Namun setidaknya, menu ikan sudah tersedia secara gratis untuk mereka,” jelas Ida.

Penghasil Ikan Terbesar
Keberadaan waduk Jatiluhur dan Cirata membuat Kabupaten Purwakarta dikenal sebagai daerah penghasil ikan air tawar di Jawa Barat. Untuk itu harus mampu memanfaatkan potensi tersebut, menjadi olahan yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Baca Juga:  DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi Gelar Senam HUT ke-60 Partai Golkar

“Produksi ikan air tawar itu dihasilkan melalui budidaya ikan air tawar di keramba jaring apung Waduk Jatiluhur dan Waduk Cirata,” tambah Ida.

Berdasarkan data, dari total produksi 108.475 ribu ton ikan air tawar, produksi terbesarnya dihasilkan dari ikan air tawar keramba jaring apung Waduk Jatiluhur dan Waduk Cirata, yang mencapai 106.155 ribu ton.

Selain waduk Jatiluhur dan Cirata, terang Ida, ikan juga dihasilkan dari budidaya kolam air deras dan kolam air tenang yang tersebar di 17 kecamatan di seluruh wilayah Purwakarta.

Kemudian produksi dari kolam air tenang sebanyak 1.887,50 ton, dan kolam air deras yang mencapai 432,87 ton. Budidaya kolam air tenang dan kolam air deras ini dikelola oleh 123 kelompok petani ikan air tawar.

“Produksi perikanan di KJA (keramba jaring apung) Waduk Jatiluhur dan Waduk Cirata masih menjadi paling besar. Untuk jenis ikan yang dihasilkan meliputi ikan nila, ikan mas, ikan bawal, dan ikan patin,” ucap Ida.

Baca Juga:  Karawang Punya Harta Karun di Sektor Pertanian, Temukan Jawabannya di Festival Mangga

Sementara, sambung Ida, melalui kolam air tenang dan kolam air deras, jenis ikan yang banyak dibudidayakan adalah jenis ikan Gurame.

Sumber Pangan Nasional
Menurut Ida, selain mampu menggerakkan perekonomian daerah, pengembangan produksi ikan air tawar juga bisa menjadi salah satu penopang sumber pangan nasional, yang muaranya adalah meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Selain itu, lanjut Ida, sektor perikanan air tawar di Kabupaten Purwakarta menyimpan potensi nilai ekonomis yang sangat besar. Perputaran uang di sektor ini mencapai ratusan miliar rupiah per bulannya, dalam setahun bisa mencapai angka triliunan rupiah.

“Sektor perikanan air tawar juga melibatkan banyak pelaku usaha, termasuk ribuan petani ikan. Ini potensi yang sangat besar yang harus dioptimalkan dan memberikan nilai tambah bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambah Ida. (Ari/*)