Karawang, MEDIASERUNI.ID – Di tengah gencarnya pembangunan dan janji perbaikan kemiskinan, sebuah rumah nyaris ambruk dibiarkan begitu saja, di Dusun Semplek RT 21/05 Desa Sampalan Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Dari pantauan jurnalis di lapangan rumah yang berdinding bilik bambu yang telah lapuk, diseluruh bagian bangunan tampak rusak parah. Dinding bolong, tiang rapuh, dan atap yang sewaktu-waktu bisa runtuh, menjadi ancaman nyata bagi keselamatan penghuninya.

Ani, 51 tahun, menyampaikan keluhan tersebut pada jurnalis Mediaseruni pada Sabtu 9 Desember 2026. Ia mengaku tinggal bersama suaminya Soma, 55 tahun, dan dua anak mereka.

Menurutnya ancaman itu bukan hal baru. Kondisi ini telah berlangsung bertahun-tahun lamanya tanpa sentuhan bantuan berarti.

Baca Juga:  Buka Kegiatan TMMD ke 124, Bupati Sukabumi Apresiasi Korem 061 Suryakancana

“Keterbatasan ekonomi membuat keluarga  tidak berdaya. Suami saya bekerja sebagai buruh serabutan hanya mampu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari,” ujar Ani.

Ani dan keluarganya terpaksa meninggalkan rumah penuh kenangan itu, karena menurutnya bangunan tersebut dinilai semakin membahayakan.
Kini mereka menumpang di rumah saudaranya, demi menghindari risiko maut yang bisa datang kapan saja.

Ia menyebutkan sebelum terjadi pencoblosan partai politik, dirinya dijanjikan salah seorang calon anggota DPRD RI dari partai nasdem, yang akan membangunkan rumah layak huni.

“Ada yang datang kesini sebelum   pencoblosan, ini rumah akan dibedah, tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya,” ungkap Ani dengan.

Ani menjelaskan bangunan tersebut, dibangun diatas tanah milik sendiri bukan tanah hak waris. Dirinya berharap mendapat bantuan dan secepatnya rumahnya bedah agar tidak tigal dirumah sodaranya lagi.

Baca Juga:  Maling Celana Dalam Hijau Bikin Resah Warga Kampung Cikulu,  Pelaku Diduga Punya Kelainan Jiwa

Kisah Ani hanyalah satu dari sekian banyak potret kemiskinan yang luput dari perhatian. Sebuah tamparan keras bagi pemerintah daerah dan aparatur desa, bahwa pembangunan tidak cukup hanya dilaporkan di atas kertas, tetapi harus benar-benar dirasakan oleh rakyat paling bawah.

Kepala Desa Sampalan, Jamal,  menyampaikan sudah beberapakah kali mengajukan proposal kepada pihak terkait,  khususnya Dinas PRKP, tapi sampai hari ini belum direalisasi.

“Kami selaku aparatur pemerintah desa memohon dengan sangat untuk segera di bangun, ada dua rumah yang kondisinya memprihatinkan, salah satunya rumah ibu Ani dan ibu Aas,” kata Kades Jamal.  (Sarmin)