Bandung, MEDIASERUNI.ID – Peringatan Bandung Lautan Api ditunda. Alasannya karena ada konsep yang perlu dipersiapkan secara matang, selain berbarengan dengan libur Lebaran 2026.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Sabtu 28 Maret 2026. “Peringatannya kita tunda dulu, karena konsepnya menurut saya masih perlu dimatangkan lagi,” katanya.

Bandung Lautan Api merupakan kisah heroik rakyat Bandung melawan kolonial Belanda, yang menolak diduduki Belanda. Peristiwa bersejarah ini diperingati setiap tanggal 24 Maret.

Farhan mengatakan, ada usulan penampilan dramaturgi untuk peringatan Bandung Lautan Api. Hanya saja, ide tersebut harus dimatangkan terlebih dahulu supaya lebih maksimal.

“Saya sangat senang mendengar beberapa konsep yang akan dibuat, jadi bentuk seperti sebuah dramaturginya, ada dramaturginya. Nanti kita bikin. Cuman memang karena idenya dadakan jadi kita mesti menyiapkannya dengan lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga:  Nekat Melawan Petugas Residivis Spesialis Curanmor Dihadiahi Timah Panas

Untuk itu, Farhan memastikan peringatan Bandung Lautan Api semula direncanakan 24 Maret bakal dihelat pada April mendatang dengan alasan tidak bentrok lagi dengan libur lebaran.

“Tanggal 29 Maret kita masih baru mulai bekerja, jadi enggak sempat latihan sama sekali. Nah, mungkin sekitar bulan April lah kita akan laksanakan,” pungkasnya.

Farhan berharap Bandung Lautan Api bisa jadi media edukasi untuk generasi sekarang. Sebab, Bandung punya peran histori yang tak bisa terlupakan dalam upaya mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Semangat Bandung Lautan Api adalah semangat di mana seluruh warga Bandung waktu itu menyatakan siap berkorban untuk utuhnya konsep kebangsaan Negara Republik Indonesia hadir di Kota Bandung,” tegas Farhan.

Baca Juga:  Serahkan Santunan, Gubernur Jabar Jenguk Korban Kecelakaan Gerbang Tol Ciawi

Pengorbanan yang begitu luar biasa itu ternyata akhirnya dicatat sebagai salah satu kejadian yang mempengaruhi hasil dari negosiasi di meja perundingan di PBB. Sehingga akhirnya bentuk negara kesatuan Republik Indonesia pun tetap utuh dan tidak terpecah-pecah.

“Waktu itu, kalau sampai tidak ada Bandung Laut Api, maka Kota Bandung akan terbelah dua. Bandung milik Kolonial Belanda dan Bandung milik Republik, kan aneh. Justru karena adanya pengorbanan itu akhirnya Kota Bandung keseluruhannya menjadi milik negara Republik Indonesia,” kata Farhan. (*)