Cimahi, MEDIASERUNI.ID – Warga Kota Cimahi was-was menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah itu, Minggu 29 Maret 2026, sore. Sejumlah titik langsung tergenang, termasuk Jalan Mahar Martanegara, jalur vital penghubung Cimahi dan Bandung yang sempat lumpuh akibat banjir.
Genangan yang muncul bukan sekadar air biasa. Luapan Sungai Ciputri berubah menjadi arus deras yang menyeret satu unit mobil bernopol D 1021 SAT hingga sejauh kurang lebih 15 meter.
Ketua FPRB Cigugur Tengah, Delly Juliawan, menjelaskan mobil tersebut awalnya terparkir di depan sebuah apotek saat hujan turun cukup deras. “Awalnya mobil lagi parkir di apotek. Hujan memang deras, tapi tiba-tiba air dari sungai meluap ke jalan,” ujarnya.
Arus yang kuat membuat mobil tak bisa dikendalikan. Bahkan, saat kejadian berlangsung, sopir masih berada di dalam kendaraan. Beruntung, mobil akhirnya berhenti setelah menghantam pagar pembatas sungai.
“Arusnya kencang banget. Mobil terbawa sekitar 15 meter, lalu berhenti karena menabrak pagar,” tambah Delly.
Banjir setinggi hampir satu meter itu tidak hanya menyeret kendaraan, tetapi juga merendam bagian mesin hingga interior mobil. Akibatnya, kondisi kendaraan mengalami kerusakan, terutama di bagian depan.
Sopir pun memilih tidak mengambil risiko dengan menyalakan mesin. Ia menunggu proses evakuasi hingga mobil derek datang dan mengangkut kendaraan tersebut. “Sudah dievakuasi. Tidak dinyalakan karena sebelumnya terendam banjir,” jelasnya.
Ironisnya, banjir di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Setiap hujan deras turun, kawasan ini kerap berubah menjadi genangan besar yang membahayakan pengguna jalan.
Warga dan pengendara pun sudah mulai memahami situasi. Mereka memilih menepi dan menunggu air surut daripada memaksakan diri melintas.
“Tadi juga ada motor mau menerobos, tapi langsung diingatkan. Di sini memang sering banjir kalau hujan deras,” tutup Delly. (*)

