MEDIASERUNI – Prabu Siliwangi tak cuma terkenal dengan pusaka kujangnya, tetapi juga memiliki pusaka lain, berupa batu mustika bernama Batu Palangka Sriman Sriwacana.
Batu Palangka Sriman Sriwacana ini benda pusaka yang sering dikaitkan dengan Prabu Siliwangi, raja terhebat yang pernah memerintah Kerajaan Pajajaran.
Batu Palangka Sriman Sriwacana sebuah batu yang memiliki kekuatan alam luar biasa. Menurut beberapa sumber batu ini berukuran 200 x 16 x 20 cm yang selalu digunakan sebagai tempat duduk saat Prabu Siliwangi dinobatkan jadi raja.
Batu Palangka Sriman Sriwacana adalah salah satu benda pusaka yang mengandung makna sejarah dan spiritual dalam konteks Kerajaan Pajajaran dan kepemimpinan Prabu Siliwangi.
Meskipun Kerajaan Pajajaran mengalami keruntuhan, batu ini tetap melegenda dan menjadi bagian dari warisan sejarah. Benda Pusaka yang Sempat Dipakai Prabu Siliwangi itu sendiri diboyong ke Banten Jadi Simbol Keruntuhan Pajajaran.
Riwayat Batu Palangka Sriman Sriwacana
Batu Palangka Sriman Sriwacana memiliki sejarah panjang yang terkait dengan Kerajaan Pajajaran (Sunda). Berdasarkan legenda, batu ini telah digunakan oleh banyak raja sebelum Prabu Siliwangi.
Namun, ketika Prabu Siliwangi dinobatkan sebagai raja, batu ini menjadi sangat istimewa. Ia selalu duduk di atas batu ini saat upacara penobatannya.
Batu Palangka Sriman Sriwacana bukan hanya sekadar tempat duduk fisik. Batu ini melambangkan tahta atau kekuasaan. Saat seorang raja duduk di atasnya, ia secara simbolis mengambil alih tanggung jawab penuh atas kerajaannya.
Konon, batu ini memiliki energi mistis yang terhubung dengan kekuasaan alam dan roh nenek moyang. Raja yang duduk di atasnya diyakini mendapatkan keberkahan dan kebijaksanaan dari alam gaib.
Kebijaksanaan
Prabu Siliwangi, sebagai raja yang bijaksana, mengambil keputusan-keputusan penting untuk keberlangsungan kerajaannya. Batu Palangka Sriman Sriwacana menjadi tempat di mana ia merenung dan memikirkan nasib rakyatnya.
Raja yang duduk di atas batu ini diyakini mendapatkan perlindungan dari roh nenek moyang dan kekuatan alam. Batu ini menjadi pusat spiritual dan keberuntungan bagi kerajaan.
Meskipun Kerajaan Pajajaran telah berakhir, batu ini tetap melegenda. Ia menjadi bagian dari warisan sejarah Jawa Barat dan mengingatkan kita akan kebesaran Prabu Siliwangi serta peran pentingnya dalam memimpin kerajaan.
Batu Palangka Sriman Sriwacana bukan hanya benda fisik, melainkan juga simbol spiritual dan kekuatan supranatural. Kehadirannya menghubungkan kita dengan masa lalu dan mengajarkan kita tentang nilai-nilai kepemimpinan, kebijaksanaan, dan pengabdian kepada rakyat. (Ari/*)