Purwakarta, MEDIASERUNI – Pemkab Purwakarta ditunjuk menjadi percontohan nasional Laboratorium Manajemen Risiko (Lab-MR) dan Kapabilitas Aparatur Pengawas Intern Pemerintah (APIP).
Penunjukan itu langsung dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI, melalui bukti penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama tentang penyelenggaraan Laboratorium Manajemen Risiko dan Peningkatan Kapabilitas APIP antara BPKP RI dengan Pemkab Purwakarta.
Pj Bupati Purwakarta Benni Irwan menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BPKP RI yang memberikan kesempatan untuk menjadikan Kabupaten Purwakarta sebagai percontohan Laboratorium MR sekaligus Peningkatan Kapabilitas APIP.
“Kami menyadari tidak bisa kami laksanakan sendiri tanpa bimbingan pihak BPKP, baik pusat maupun BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat,” kata Pj Bupati Purwakarta Benni Irwan dalam sambutannya, Jumat 22 Desember 2023.
Benni menilai kegiatan ini yang sangat penting dan strategis bagi Pemkab Purwakarta untuk mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang lebih baik, efektif, efisien transparan dan akuntabel.
Selain itu, kata Benni, ini sangat diperlukan sebagai pengendalian sekaligus upaya perbaikan-perbaikan dalam tata kelola keuangan. “Ini tidak berjalan seperti biasa atau auto pilot ini perlu satu pemikiran dan konsep, upaya agar tata kelola keuangan lebih sistematis dan terstruktur,” katanya.
Benni menegaskan, apa yang bakal dilakukan Pemkab Purwakarta beberapa waktu ke depan akan menjadi contoh bagi 416 kabupaten di indonesia.
“Tidak mudah mempersiapkannya, tapi dengan kebersamaan, komitmen dan konsisten, saya yakin Pemkab Purwakarta bisa mencapai harapan yang sudah ditargetkan bersama,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Pengawasan dan Tata Kelola Pemerintah Daerah BPKP RI Nani Ulina Kartika Nasution mengatakan selain Pemkab Purwakarta ada dua pemerintah daerah lainnya yang menjadi percontohan, yakni 1 pemerintah kota (Pemkot) dan 1 pemerintah provinsi (Pemprov).
Kegiatan hari ini, kata Nani, merupakan komitmen dari Pemerintah Pusat terkait dengan banyaknya target-target pemerintah yang sudah dicanangkan di RPJMN ternyata belum bisa tercapai secara optimal. “Salah satu yang jadi penyebab adalah karena selama ini pengelolaan resiko belum maksimal,” kata Nani.
Nani menambahkan, alasan dipilihnya Pemkab Purwakarta menjadi percontohan untuk pemerintah kabupaten di Indonesia, karena Pemkab Purwakarta memiliki komitmen yang tinggi atas penerapan manajemen risiko dan Kapabilitas APIP di lingkungannya. (Ari/Mediaseruni)