Purwakarta, MEDIASERUNI.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Jasa Marga dan Kementerian Pekerjaan Umum akan berkomitmen mengurangi kecelakaan di Tol Cipularang.

Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudian mengatakan itu, Senin 11 November 2024, malam, saat menjenguk korban kecelakaan beruntun tol Cipularang KM 92, di RS Abdul Radjak, Purwakarta.

“Kami akan berdiskusi lebih lanjut dengan Kementerian PU dan Jasa Marga tentang langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengurangi risiko kecelakaan di masa depan. Kami berharap ini bisa menjadi yang terakhir kalinya terjadi kecelakaan berat di jalur ini,” ungkap Bey.

Baca Juga:  Wapres Amin Resmikan Bendungan Cipanas, Bupati Nina: 6000 Ha Sawah Indramayu Teraliri Air

Langkah konkret yang dipertimbangkan dalam evaluasi ini meliputi penambahan rambu peringatan, peningkatan kualitas jalan, dan pengembangan teknologi pemantauan yang lebih canggih.

Pemerintah juga tengah mempertimbangkan mitigasi jangka panjang, seperti penataan ulang geometri jalan, perbaikan sistem drainase, serta peningkatan jumlah fasilitas keselamatan.

Semua ini diharapkan bisa memperbaiki keamanan jalur tersebut dan mengurangi risiko kecelakaan bagi pengendara. Diharapkan dengan kerja sama lintas lembaga ini, wilayah rawan kecelakaan di sepanjang tol Cipularang dapat lebih aman dan nyaman untuk para pengguna jalan.

Baca Juga:  Kandidat Terbaik Sekda Purwakarta Resmi Diumumkan, Siapa yang akan Melenggang?

Disampaikan juga, jalur tol Cipularang memang terkenal rawan kecelakaan, terutama di area antara KM 90 hingga KM 100 yang memiliki karakteristik jalan menurun. (Ari/*)