Sukabumi, MEDIASERUNI.ID – Wakil Ketua Komisi III DPRD Sukabumi Paoji Nurjaman, berkunjung ke rumah Dedi (48), korban longsor 2014 silam, di Kampung Pasirgombong Desa Cibadak Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Rabu 10 September 2025.

Sampai saat ini, Dedo bersama keluarga ternyata masih menempati rumah tidak layak huni (rutilahu), dinding rumahnya hanya ditutupi terpal berwarna biru, beratap asbes.

Rumah ukuran sekitar 5×7 meter persegi ini nampak sederhana, bentuk konstruksi bangunan hanya ditopang kayu serta bambu yang sudah mampak mulai lapuk, lantainya pun masih berupa tanah merah.

Baca Juga:  Snapdragon 8 Gen 5 vs 8 Elite: Ketika Chipset Flagship Jadi Sumber Kebingungan

Dedi sekarang tinggal bersama anak bungsunya, sedangkan anak pertama sudah berumah tangga dan anak kedua tinggal bersama neneknya.

“Hampir 12 tahun pak Dedi hidup dengan keadaan rumah jauh dari kata layak setelah rumahnya di Kampung Bojong ambruk akibat longsor tahun 2014 silam,” kata Paoji.

Dedi memang direlokasi ke Kampung Cibungur, akan tetapi tidak dibangunkan rumah, dan akhirnya lahan itu dijadikan TPU. “Kami memfasilitasi agar mereka bisa menempati lahan penyisihan PT Djasula Wangi di Kampung Pasirgombong,” kata Paoji kepada awak media.

Baca Juga:  Google Perkuat Android 17 dan Modernisasi Snapseed: Antara Privasi, Efisiensi, dan Estetika Retro

Nasib serupa juga dialami tujuh kepala keluarga dilokasi ini. Sebagian besar warga disini menggantungkan hidup dari pekerjaan sebagai buruh tani, pekerja serabutan, atau memelihara domba milik orang lain.

“Kami sedang berusaha agar pembangunan rumah layak bisa difasilitasi, sebab saat ini keadaan mereka sangat benar-benar memprihatinkan, sudah selayaknya mendapat perhatian serius,” tegas Paoji.

Paoji berharap agar pemerintah daerah bersama pihak-pihak terkait segera mencarikan solusi jangka panjang agar warga terdampak bencana longsor pada 2014 silam itu tidak terus-menerus hidup dalam penderitaan. (Dwika)