Majalengka, MEDIASERUNI.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Gubernur Dedi membeberkan tiga strategi utama agar bandara kebanggaan Jabar itu kembali aktif melayani penerbangan dalam dan luar negeri.

Dedi menyebut rencana pertama adalah menjadikan Kertajati sebagai pusat penerbangan haji dan umrah. Pemprov Jabar bahkan siap membangun asrama haji di sekitar bandara jika skema tersebut disepakati pemerintah pusat dan maskapai.

“Kalau sudah ada kesepakatan dan pesawatnya tersedia, kami siap bangun asrama haji di Kertajati,” ujar Dedi usai menghadiri Groundbreaking Kawasan Aerospace Park dan Hanggar MRO di Kertajati, Senin 18 Desember 2025.

Baca Juga:  PTUN Bandung Tolak Gugatan Inspektorat Karawang Terkait Sengketa Informasi Publik

Langkah kedua menjadikan Kertajati sebagai pusat industri pertahanan dalam negeri. Dedi berharap perusahaan strategis seperti PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad bisa memindahkan operasinya ke kawasan sekitar bandara.

Menurutnya, hadirnya industri pertahanan akan memicu tumbuhnya kawasan industri lain karena pelaku usaha cenderung memilih wilayah yang sudah memiliki ekosistem kuat.

Strategi terakhir adalah memperkuat konektivitas menuju bandara. Dedi menilai jalur kereta api sangat penting untuk menambah daya tarik Kertajati, apalagi lokasinya relatif dekat dengan Cirebon.

Baca Juga:  Pencabutan SK Dirut PDAM Tirta Mulia Pemalang Digugat ke PTUN, Kuasa Hukum: Lemah Secara Hukum

“Tinggal tambahan konektivitas jalur kereta api, itu sudah jadi nilai lebih bagi Kertajati,” katanya.

Dengan tiga langkah tersebut, Dedi optimistis BIJB Kertajati bisa berkembang pesat dan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru, baik dari sektor manufaktur maupun industri pertahanan. (*)