MEDIASERUNI – Haji Usman pernah bertemu Mahisa satu kali. Ketika itu, dirinya dibawa ke Pantai Selatan oleh Pertapa Tua alias Kiai Merapi yang jadi ayah angkat sekaligus gurunya. Di Pantai Selatan itulah dirinya bertemu Mahisa.

Mahisa sendiri saat itu sudah tiga purnama berada di Pantai Selatan. Di pantai itu Pertapa Tua mengajarinya Ilmu Silat Walet Putih, di sebuah goa yang dihuni ribuan burung walet.

Di pantai selatan itu juga Haji Usman menyaksikan betapa dahsyatnya Ilmu Silat Walet Putih. Haji Usman sempat kagum melihat langsung ajian Walet Memecah Karang milik Mahisa.

Ajian itu memang dahsyat. Hanya dengan sekali tepuk karang sebesar rumah hancur berkeping-keping justru pada saat tubuhnya masih melayang di udara. Makanya, menyadari Mahisa kena diperdaya Tengku Layang dan Tengku Aba, dia pun jadi beragu.

Baca Juga:  HAJI USMAN (9)

Tak ubah Haji Usman yang dibekali ajian Naga Geni atau Sangaji dengan ajian Pukulan Bayu, sebetulnya tak kalah dahsyat Walet Memecah Karang.

Haji Usman sendiri sudah mengukur ajian Cakar Setan dan Tapak Setan milik tokoh-tokoh silat bayaran kompeni. Dan ketika itu dia hanya menggunakan separuh tenaga dalamnya dari ajian Naga Geni. Itupun cukup membuat dua orang itu terluka parah.

Sementara ilmu silat Delapan Tapak Naga miliknya pun bisalah dikatakan masih berimbangan dengan Walet Putih milik Mahisa. Lantas, bagaimana Mahisa bisa tumpul menghadapi dua manusia bayaran kompeni itu.

Sebetulnya, itulah disebabkan, pikiran Mahisa yang terpecah. Ilmu Silat Walet Putih akan dahsyat apabila dimainkan dengan konsentrasi tinggi, tak ubahnya senjata hebat Parang Setan.

Baca Juga:  Dilaporkan Tidak Ada Korban Jiwa, Elf Tergelincir di Cikidang Penumpangnya Luka-luka

Berpikir kesitu, Haji Usman pun memaklumi. Apalagi dia mengenal Mahisa memang seorang yang mudah diperdaya dengan kata-kata. Dan apa yang diucapkan Tengku Layang dan Tengku Aba memang berhasil memecah konsentrasinya.

Demikian, setelah menyerahkan surat rahasia Panglima Besar Aceh, Mahisa pun kembali ke perguruannya. Mahisa sendiri sempat bertanya kabar Kiai Merapi. Namun, jawaban Haji Usman malah membuat Mahisa melongo, bahwa Haji Usman pun sudah lama kehilangan jejaknya.

Kabar terakhir, ayah angkatnya itu menemui Sangaji yang saat ini sudah memusatkan perlawanan di Tanah Sunda. Sangaji dibantu tokoh-tokoh aliran putih Tanah Jawa. “Hmm, sebaiknya aku lanjutkan perjalanan. Tak sabar aku bertemu Surak…”

Selesai berucap, Haji Usman langsung melesat dan menghilang dikerimbunan pepohonan ditengah lebatnya hutan Sumatera. (bersambung)