logo

HAJI USMAN (18)

haji usman 18
Ilustrasi Haji Usman

MEDIASERUNIHutan Laras memang luas tersambung dengan hutan Dolok Masihul. Kompeni belanda pun mulai konsentrasikan pasukan di Laras. Saat itu Mandor Surak diam-diam mendapat bisikan dari Parjo tentang Haji Usman yang kembali ke tanah Batak.

“Kabarnya mendapat dukungan pula dari para kalifah Deli, kang. Bahkan rampok – rampok disepanjang hutan Deli sampai Batak ikut mendukung,” suara Parjo.

Baca Juga:  Bangun Komunikasi dan Sampaikan Aspirasi PJS Seindonesia Sambangi Dewan Pers

Mandor Surak sedang mengawasi pekerja – pekerja kebun yang sudah menanami lahan-lahan baru dibuka dengan rempah-rempah. “Mereka pengikut-pengikut Sisingamangaraja, Jo. Mereka bertahan di hutan dan hidup sebagai perampok.”

“Iya, kang. Perlawanan Sisingamangaraja belum berakhir, meski kerajaannya sudah hancur.” Surak, dikalangan dunia persilatan dikenal dengan sebutan Pendekar Sambar Nyawa sesaat merenung.

Baca Juga:  Amankan Mudik Lebaran, Polres Karawang Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2024

“Pengawal hebat Sisingamangaraja, dua saudara seperguruan Badar sama Peang, kabarnya masih hidup.” Parjo mengangguk. “Betul kang, mereka itu pimpinan Begal Sungai Ular. Mereka paling dicari kompeni Belanda.”

Share:

Terpopuler

Jl. Veteran, Gg. H. Suchron Lingkungan Kav. No. 01 Blok B1-2 RT 001/035, Kel. Nagasari Kec. Karawang Barat Kab. Karawang, Jawa Barat. 41311. Telp. 081295925566