PEMALANG, MEDIASERUNI.ID – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang dirangkai dengan HUT ke-86 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kabupaten Pemalang berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Bupati Pemalang, pada Senin, 16 Februari 2026.

Mengusung tema Pers Sehat dan Pentas Budaya, acara ini menegaskan komitmen insan pers untuk tetap hadir dan berkontribusi di tengah kondisi daerah yang tengah dilanda bencana alam.

Acara dihadiri Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pemalang Dianika Siswati, Ketua **Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Pemalang Ali Bassarah, insan pers, unsur pemerintah daerah, serta masyarakat.

Baca Juga:  Nasi Tumpeng Bukan Sekedar Identitas tapi juga Inspirasi bagi Generasi Muda

Ketua PWI Kabupaten Pemalang Ali Bassarah menyampaikan bahwa pelaksanaan HPN tahun ini penuh dinamika karena berbarengan dengan agenda nasional serta kondisi kebencanaan di sejumlah wilayah Pemalang.

“Tahun ini penuh tantangan. Kami harus mengikuti rangkaian kegiatan nasional, mulai dari Jakarta hingga pelatihan, lalu kembali ke daerah untuk HPN. Namun semangat teman-teman luar biasa,” ujar Ali.

Ia menegaskan bahwa meski digelar secara sederhana, peringatan HPN tetap memiliki makna mendalam bagi insan pers.
“Di tengah banjir dan tanah longsor, pers tetap hadir. Ini bukti bahwa pers tidak pernah menjauh dari masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga:  Disambut Meriah, Istri Cabup Nomor 2 Sosialisasi Program Suami, di Tegal Tanjung

Sementara itu, Wakil Bupati Pemalang Nurcholies menekankan pentingnya peran pers sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan penjaga nalar publik.

“Pers bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi menjaga akal sehat masyarakat. Tema Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat sangat relevan dengan kondisi saat ini,” ujarnya.

Peringatan HPN 2026 di Pemalang juga dimeriahkan dengan pentas budaya wayang kulit dengan Dalang Cilik sebagai simbol sinergi antara pers dan pelestarian budaya lokal.

“Di tengah kondisi yang tidak mudah, budaya menjadi pengikat kebersamaan. Pers dan budaya sama-sama menjaga identitas bangsa,” pungkas Ali Bassarah.