Kab. Garut, MEDIASERUNI.ID – Keluarga Besar Wardi Nataatmadja yang tergabung dalam Paguyuban Keluarga Besar Wardi Nataatmadja (Paguyuban KBWN) yang dipimpin H. Asep Ruslan, kembali gelar “Munggahan dan Do’a Bersama” dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi di tempat anak ke-3 pasangan Wardi Nataatmadja dan Maskanah yaitu Oman Abdul Rohman di rumahnya Asih Nuraidah Kampung Pangkalan RT.02 RW.01 Desa Sekarwangi, Kec. Malangbong, Kab. Garut, Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun, menjadi ajang kebersamaan bagi anggota Paguyuban KBWN, untuk mempererat silahturahmi serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial antar sesama keluarga.
Ketua Paguyuban KBWN, H. Asep Ruslan atau yang akrab disapa Kang Asep mengatakan, bahwa bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, memperbaiki diri, serta lebih mempererat tali silaturahmi antar sesama keluarga.
Dirinya juga berharap agar bulan suci Ramadhan tahun ini menjadi titik awal bagi perubahan yang lebih baik dalam kehidupan ke depan.
“Saya ingin mengajak seluruh anggota Paguyuban KBWN, untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, memperbaiki diri, serta meningkatkan kebersamaan dan kepedulian sosial di antara kita,” ujar Kang Asep.
Tradisi munggahan yang digelar setiap tahun ini kata Kang Asep dalam rangka menjalin silaturahmi Paguyuban KBWN agar tidak ada yang “Pareumeun Obor”.
“Dalam tradisi urang Sunda ada pesan orang tua kepada anaknya, “Asep, Euis, omat ulah dugikeun ka ”Pareumeun Obor” sareng wargi teh, sakumaha sibukna urang, angger urang teh kedah silaturahmi kanu namina dulur mah. Peupeuriheun hirup didunia teu lila, lamun teu gaduh dulur hirup asa nyorangan. (Yang jika diartikan, “Asep & Euis, jangan sampai “tidak tahu terhadap orangtua, saudara dan kerabatnya”, walaupun kita sibuk, tetap kita itu harus bersilaturahmi dengan saudara. Karena hidup di dunia itu tidak lama, kalau tidak punya saudara hidup akan terasa sendiri),” ungkap Kang Asep mengenang pesan ayahnya almarhum KH. Amin Suarmin anak ke-2 dari Wardi Nataatmadja.
Menurut Kang Asep, munggahan merupakan tradisi berkumpul sebelum memasuki Ramadhan, menjadi momen refleksi bagi keluarga atau warga untuk menyambut bulan suci dengan hati yang lebih bersih.
“Alhamdulillah hari ini hadir empat generasi Paguyuban KBWN, dari wilayah Bandung Raya, Jakarta, Bekasi, Tasikmalaya, Indramayu, Cirebon, Cianjur, Sukabumi, Bogor, Sumedang, dan Tangerang Banten bisa kumpul bersama di Malangbong Garut,” kata Kang Asep.

Acara Munggahan
Munggahan dibuka oleh pembawa acara, Hj. NBR. Noor Suarni (Bu Neneng) dilanjutkan pembacaan ayat suci al Quran oleh Dede Hilman Taufik dan terjemahannya oleh Zulfa Nur Azizah. Sambutan Ketua Paguyuban KBWN dan Ketua Panitia Munggahan 2026 oleh H. Asep Ruslan, sambutan wakil Pinisepuh Paguyuban KBWN oleh H. Asep Suwarman dan sambutan tuan rumah oleh Asih Nuraidah.
Terakhir tausyiah oleh KH. Asep Rahmat, M.Ag Pimpinan Pondok Pesantren Rahmat Lil Alamin (anak almarhum KH. Amin Suarmin) dengan tema, “Bersama Kita ke Surga Quran Surat Ar- Ra’du ayat 21-24”.
“Impian terbesar orang beriman adalah bisa masuk surga, dan membawa serta orang yang dicintainya terutama keluarga, orang tua, pasangan, anak, menantu, cucu dan cicit masuk surga. Sebagaimana dimuat dalam Quran surat Ar-Ra’du dari ayat 21-24,” kata KH. Asep Rahmat, M.Ag.
Apa kiatnya bisa demikian? kata KH. Asep Rahmat, Bersabar terus menerus, mengingatkan kebaikan kepada orang tersayang dengan mencontohkannya dalam aktivitas keseharian. dan jangan putus asa, jangan bosan, ajak, contohkan dan ingatkan.
Dalam sambutannya, perwakilan Pinisepuh Paguyuban KBWN, H. Asep Suwarman, menyampaikan harapannya, bahwa Ramadhan tahun ini bisa menjadi momentum bagi semua pihak untuk semakin mempererat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, dan menjadikan bulan suci ini sebagai ajang perbaikan diri.
“Meski berjalan santai penuh keriangan dan keceriaan, acara munggahan ini tidak melunturkan nilai kesakralannya. Hal utama dalam acara ini untuk saling mempererat tali silaturahmi antara keluarga dan saling bermaaf-maafan sebelum menjalankan puasa Ramadhan 1447 Hijriah,” ujar H. Asep Suwarman.
Hj. Imas Susilawati dan Ayi Hasan Rasyid selaku anak Wardi Nataatmadja yang masih hidup, merasa sangat bahagia dan bersyukur dengan terselenggaranya acara Munggahan yang rutin dilaksanakan setahun sekali ini.
“Alhamdulillah saya sangat berkesan dan bangga, karena hari ini banyak saudara kita yang bisa hadir. Ini kegiatan silaturahmi yang sangat baik, terima kasih kepada panitia, para donator, tuan rumah dan semua yang bisa hadir di acara munggahan ini,” ungkap Hj. Imas yang datang dari Sukabumi bersama keluarganya.
Ayi Hasan Rasyid juga berharap jalinan kekeluargaan tersebut bisa terus terjalin dengan baik dan bermanfaat kedepannya baik untuk keluarga besar Wardi Nataatmadja juga masyarakat.
“Semoga acara munggahan ini bisa terus berjalan dan dapat dipertahankan, masing-masing keluarga bisa saling kenal dan akrab. Hatur nuhun buat semuanya, semoga Allah SWT membalas kebaikan Bapak/Ibu dan Akang/Teteh sadayana,” ujar Ayi.
Acara munggahan berlangsung dalam suasana yang hangat dan akrab, penuh gelak tawa. Tak jarang sesekali ada yang melempar candaan saat sedang makan.
“Hasil musyawarah keluarga tadi, untuk tempat pelaksanaan Munggahan tahun 1448 Hijriah / 2027 Masehi. Insya Allah akan dilaksanakan di Cililin tempatnya Kang H. Deni Fahrudin anak dari Bapak H. Sumardi. Pagi ini Minggu (1/2/2026) pukul 10.30 WIB, saya sudah berkoordinasi via telpon dengan Kang H. Deni Fahrudin, Insya Allah beliau siap,” ujar Kang Asep Ruslan selaku Ketua Paguyuban KBWN.
Acara selanjutnya kegiatan Family Gathering dipimpin oleh Bu Neneng, yang diisi dengan permainan (games) dan lomba karaoke. Kombinasi sempurna untuk membangun kebersamaan, mencairkan suasana dan menciptakan kenangan yang berkesan.
Daftar anak pasangan Wardi Nataatmadja dan Maskanah:
- Fatmih (almarhumah)
- KH. Amin Suarmin (almarhum)
- Oman Abdul Rohman (almarhum)
- Djuju Djuariah (almarhumah)
- Iim Abdul Rohim (almarhum)
- Acep Alimin Suparman (almarhum)
- Pandi Sopandi (almarhum)
- Ayi Hasan Rasyid
- Hj. Imas Susilawati

Doa Bersama Untuk Hj. Yeyen Nurhayati binti H. Mahfud
Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Telah meninggal Ibunda H. Deden Fahrudin atau Istri dari H. Sumardi, yaitu Hj. Yeyen Nurhayati binti H. Mahfud pada hari Jumat (30/1/2026) pukul 19.05 WIB di RS Santosa Kopo Bandung.
“Hari ini kita sama-sama berdoa khusus untuk almarhumah Hj. Yeyen Nurhayati binti H. Mahfud, Ibunda dari Kang H. Deni Fahrudin yang sudah dipanggil Allah SWT. Kang Deni tadi telpon meminta doa dari semuanya, dan memohon maaf untuk acara Munggahan ini tidak dapat hadir, dan titip salam ka sadayana. Semoga acara munggahan berjalan dengan lancer dan sukses,” kata Kang Asep Ruslan.
Juga kita doakan untuk anak-anak Wardi Nataatmadja yang sudah meninggal, kata Kang Asep, yaitu Ibu Fatmih dan suami, Bapak KH. Amin Suarmin dan Istri, Bapak Oman Abdul Rohman dan istri, Ibu Djuju Djuariah dan suami, Bapak Iim Abdul Rohim dan Istri, Bapak Acep Alimin Suparman, Bapak Pandi Sopandi dan Bapak Wardi Nataatmadja dan Ibu Maskanah.
“Untuk itu mari kita berdoa dengan penuh kekhusyu’an, semoga segala amal ibadah almarhum dan almarhumah diterima Allah SWT. Untuk doa bersama ini akan dipimpin oleh Ustadz E. Tasdikin suami dari Titin adiknya Asih Nuraidah,” pungkasnya.
