Karawang, MEDIASERUNI.ID – Kabupaten Karawang, yang dikenal sebagai lumbung padi nasional, resmi memasuki usia ke-392 tahun. Peringatan hari jadi kali ini mengusung tema Karawang Masayagi, Maju, Amanah, Sejahtera, Adaptif, Giat, dan Inklusif, dengan rangkaian acara yang semarak.

Momentum ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi refleksi sejarah sekaligus tekad bersama untuk terus membangun Karawang yang lebih maju dan sejahtera.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia terus menjadi fokus utama.

Beberapa capaian yang sudah terealisasi antara lain rehabilitasi drainase Jalan Surotokunto, pembangunan gerai pelayanan publik di Kecamatan Cikampek, program Rumah Layak Huni (Rulahu), pengembangan RSUD Rengasdengklok, hingga pemberian beasiswa bagi 3.018 anak putus sekolah.

Pemerintah juga melakukan rehabilitasi ruang kelas SD dan SMP beserta fasilitasnya.
Lebih jauh, Bupati menjelaskan bahwa Karawang kini bukan hanya dikenal sebagai lumbung padi nasional, tetapi juga telah menjelma menjadi salah satu pusat industri terbesar di Indonesia.

Baca Juga:  Kampung Cae Geger, Ibu dan Dua Anak Ditemukan Tewas di Kontrakan

Data DPMPTSP mencatat ada lebih dari 50 ribu perusahaan—mulai dari besar, menengah, hingga kecil—yang beroperasi di wilayah ini. Kehadiran PLTGU, pabrik baterai, kawasan industri, Stasiun KCIC, Bank Indonesia, hingga Tol Japek 2, menegaskan posisi Karawang sebagai simpul industri dan penggerak penting pembangunan nasional.

“Karawang adalah urat nadi pembangunan. Ia bukan hanya penghubung ekonomi, tetapi juga penopang bagi kemajuan nasional,” ujar Bupati.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Partai NasDem, H. Erick Heryawan Kusuma, S.E., menyampaikan harapannya agar di usia ke-392, Karawang semakin maju dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ketenagakerjaan dan infrastruktur.

Baca Juga:  Eratkan Silaturahmi, Universitas Muhammadiyah Bulukumba Gelar Syawalan

Menurutnya, pembangunan yang dilakukan harus berorientasi pada kepentingan masyarakat. Erick juga menyoroti perbedaan peringatan tahun ini dibanding sebelumnya, di mana tidak ada kirab budaya.

Dikatakan Erick, hal ini merupakan bentuk empati terhadap kondisi masyarakat yang sedang sulit, sehingga perayaan dilakukan lebih sederhana namun tetap penuh rasa syukur.

“Kita rayakan dengan cara sederhana, tapi esensinya tidak hilang. Yang terpenting adalah rasa syukur kita kepada Allah SWT atas bertambahnya usia Karawang,” ungkapnya.

Ia pun berpesan agar masyarakat Karawang, khususnya di dapil V yang mayoritas berprofesi sebagai petani, tetap tangguh menghadapi tantangan zaman.

“Petani harus semakin tangguh, begitu juga kaum buruh. Tingkatkan keterampilan, semangat, dan InsyaAllah Karawang akan lebih baik dari hari ini,” pungkasnya. (Davi)