MEDIASERUNI – Sabdo Palon dan Syeh Subakir dua nama legendaris yang konon berperan besar mewarnai kehidupan di Pulau Jawa.

Cerita Sabdo Palon dan Syeh Subakir ini dikisahkan dalam berbagai versi. Namun dari semua versi yang meliterasikan, mengacuh pada hal yang sama, yakni membuka Tanah Jawa.

Hanya saja, keduanya berangkat dari keyakinan berbeda. Sehingga cara menafsirkan pandangannya pun berbeda. Ini kemudian menjadi pertikaian diantara mereka hingga berakhir dengan perjanjian.

Lantas, siapa sesungguhnya Sabdo Palon. Tokoh ini dikenal juga sebagai pengasuh dan pengayom raja-raja Jawa. Sosok ini legendaris di tanah Jawa yang memiliki kisah yang menarik dan dikenal dalam berbagai versi.

Baca Juga:  Enam Senjata Tradisional Sunda Ini Masih Ada Sampai Sekarang

Versi Fiksi dan Legenda
Sabda Palon adalah makhluk gaib yang menjaga Gunung Tidar di Magelang, Jawa Tengah. Dalam versi ini, Sabda Palon terlibat pertarungan dengan Syekh Subakir.

Syeh Subakir seorang ulama besar yang diutus oleh Kesultanan Turki Ustmaniyah untuk membersihkan tanah Jawa dari pengaruh-pengaruh gaib, yang mengganggu proses penyebaran agama Islam.

Pertarungan antara keduanya berlangsung selama 40 hari 40 malam dan berakhir imbang. Akhirnya, mereka mencapai sebuah perjanjian yang terkenal dengan sebutan perjanjian Sabda Palon.

Baca Juga:  Misteri Bunga, Penting Kita Tahu Jenis Bunga ini Media Praktik Spiritual

Dalam perjanjian ini, Syekh Subakir menyampaikan maksud kedatangannya ke tanah Jawa untuk menyebarkan ajaran Islam.

Perspektif Lain.
Menurut Ustadz Salim A Fillah, kisah Sabda Palon dan Syekh Subakir berasal dari narasi buatan Belanda. Cerita ini merupakan upaya Belanda untuk mengendalikan Pulau Jawa yang kaya akan unsur Islamnya.
.
Kisah Sabda Palon dan Syeh Subakir memiliki banyak variasi dan interpretasi. Meskipun ada versi fiksi, namun kisah ini tetap menarik dan menjadi bagian dari warisan budaya Jawa. (Ari/*)