Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Kabar baik datang dari MDTA Nurul Fatah, Kampung Sukatengah RT 02/RW 05, Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Sebanyak 185 santri dan dewan pengajar kini mendapatkan dukungan fasilitas air bersih melalui program kolaborasi Majlis Telkomsel Taqwa (MTT), Rumah Zakat, dan Atap Pesantren Network.

Program tersebut diwujudkan dalam bentuk pembangunan MCK, sumur bor, serta menara toren yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi aktivitas pembelajaran dan kegiatan keagamaan di lingkungan MDTA Nurul Fatah.

Kepala MDTA Nurul Fatah, Ustadz Ridwan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan. Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu kebutuhan penting bagi para santri dan guru, terlebih ketika memasuki musim kemarau.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur mendapatkan bantuan ini. Selama ini kondisi air di MDTA memang masih kurang, terutama ketika musim kemarau. Dengan adanya sumur bor, MCK, dan menara toren ini, mudah-mudahan kebutuhan air bagi santri dan dewan pengajar dapat lebih terpenuhi,” ujar Ustadz Ridwan, Senin, 7 September 2026.

Ia berharap fasilitas tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi kegiatan di lingkungan MDTA, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar.

Baca Juga:  Jabar Tingkatkan Pembibitan Domba Garut

Program ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kolaborasi berbagai pihak dapat menghadirkan solusi terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan keagamaan.

Aam Aminudin, Relawan Inspirasi Rumah Zakat Kabupaten Bandung Barat sekaligus PIC Program, mengatakan bahwa program tersebut hadir untuk menjawab kebutuhan nyata yang dirasakan oleh pihak MDTA.

“Harapannya, bantuan ini benar-benar memberikan kebermanfaatan bagi santri, dewan pengajar, dan masyarakat sekitar. Air bersih merupakan kebutuhan dasar. Ketika aksesnya tersedia dengan baik, aktivitas belajar, ibadah, serta kegiatan sehari-hari di lingkungan MDTA juga akan menjadi lebih nyaman,” ungkap Aam.

Menurutnya, keberadaan fasilitas air bersih bukan sekadar pembangunan sarana fisik, tetapi merupakan bagian dari upaya menghadirkan kebermanfaatan yang dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan.

Terlebih, kondisi geografis dan ketersediaan air di sejumlah wilayah perdesaan masih menjadi tantangan tersendiri saat musim kemarau. Karena itu, pembangunan sumur bor dan sarana pendukungnya diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan air di MDTA Nurul Fatah.

Dengan hadirnya fasilitas tersebut, para santri kini memiliki lingkungan belajar yang lebih layak dan nyaman. Para guru pun dapat menjalankan aktivitas pendidikan dan pembinaan keagamaan dengan dukungan fasilitas dasar yang lebih memadai.

Baca Juga:  Bang Joy Resmi Pimpin KONI Karawang, Kalahkan Arnold 31 - 26

Lebih dari itu, manfaat program diharapkan dapat meluas. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang dibangun melalui kolaborasi MTT, Rumah Zakat, dan Atap Pesantren Network menjadi energi positif untuk terus menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Semoga kebaikan ini menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat dan terus memberikan manfaat bagi para santri, guru, serta masyarakat sekitar,” pungkas Aam.

Bagi keluarga besar MDTA Nurul Fatah, hadirnya fasilitas air bersih tersebut bukan sekadar sebuah bantuan. Ia menjadi harapan baru agar proses pendidikan dan pembinaan generasi muda di Kampung Sukatengah dapat terus tumbuh dalam lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan nyaman. (Dadan)