Karawang, MEDIASERUNI.ID – Puluhan mahasiswa bersama driver ojek online dan kurir daring wilayah Karawang–Cikampek menggelar aksi damai di depan Kantor PPK 1 Bina Marga Bidang Jalan Nasional, Senin 2 Februari 2026, siang.

Aksi tersebut menuntut perbaikan segera serta transparansi anggaran atas kondisi Jalan Nasional 1 yang membentang dari perbatasan Tanjungpura hingga Pamanukan.

Ruas jalan ini dinilai semakin membahayakan keselamatan pengguna, khususnya pengendara roda dua yang menggantungkan penghasilan dari mobilitas harian.

Dalam orasinya, massa aksi menyoroti kondisi jalan yang berlubang, bergelombang, serta minim perawatan. Mereka menyebut, kerusakan tersebut telah memicu banyak kecelakaan lalu lintas, bahkan hingga menimbulkan korban jiwa.

“Jalan ini sudah seperti jebakan maut. Kami bekerja di jalan setiap hari, dan nyawa kami seolah dipertaruhkan akibat kelalaian negara dalam merawat infrastruktur,” ujar seorang driver ojek online yang enggan disebutkan namanya.

Tak hanya driver online, mahasiswa dari berbagai elemen turut menyuarakan kritik keras terhadap pemerintah pusat dan instansi teknis terkait.

Mereka menilai persoalan kerusakan jalan nasional bukan sekadar masalah teknis, melainkan cerminan lemahnya tata kelola anggaran serta pengawasan infrastruktur publik.

Baca Juga:  Grand Opening Dan Peresmian Cafe Priangan Korem 062/Tn

Mahasiswa mendesak pemerintah untuk segera mengalokasikan anggaran perbaikan yang memadai, sekaligus membuka secara transparan besaran dana yang telah dikucurkan untuk perawatan Jalan Nasional 1, termasuk realisasi penggunaannya di lapangan.

“Kami meminta keterbukaan. Jangan sampai anggaran perbaikan hanya ada di atas kertas, sementara kondisi jalan terus memakan korban,” tegas salah seorang orator mahasiswa.

Dalam tuntutannya, massa aksi menyatakan tidak akan membubarkan diri sebelum mendapatkan pernyataan resmi dan langkah konkret dari pihak PPK 1 Bina Marga terkait rencana perbaikan jalan tersebut.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun pejabat dari PPK 1 Bina Marga yang menemui massa aksi atau memberikan keterangan resmi.

Pantauan di lokasi menunjukkan petugas keamanan kantor hanya melakukan pengawasan dari kejauhan tanpa adanya dialog dengan demonstran.

Sikap tersebut menuai kekecewaan peserta aksi. Mereka menilai absennya komunikasi sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi publik, terutama di tengah tingginya risiko kecelakaan lalu lintas di jalur strategis tersebut.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, Jalan Nasional 1 Karawang termasuk ruas yang rawan kecelakaan akibat kombinasi faktor cuaca ekstrem, tingginya volume kendaraan berat, serta padatnya lalu lintas harian. Meski demikian, pemerintah pusat menyebut program perawatan rutin telah dijadwalkan.

Baca Juga:  Sudah Sah! PKB Usung Petahana H Aep Syaepuloh Bupati di Pilkada Karawang

Pernyataan itu justru memunculkan pertanyaan kritis dari kalangan aktivis jalan raya, yang menilai terdapat kesenjangan antara klaim perawatan rutin dengan kondisi faktual di lapangan.

Sejumlah aktivis menilai aksi damai mahasiswa dan driver online ini sebagai momentum penting untuk mendorong akuntabilitas dan transparansi anggaran infrastruktur.

Mereka juga mengingatkan agar tuntutan publik diperkuat dengan data kecelakaan serta audit teknis, sehingga advokasi berjalan lebih sistematis.

Aksi tersebut menegaskan bahwa infrastruktur jalan nasional bukan sekadar proyek fisik, melainkan urat nadi keselamatan dan perekonomian masyarakat.

Di tengah meningkatnya mobilitas pekerja sektor informal, kerusakan jalan berpotensi memperbesar angka kecelakaan dan ketimpangan perlindungan sosial.

Hingga kini, pihak PPK 1 Bina Marga belum memberikan respons resmi atas tuntutan massa. Demonstrasi ini menjadi pengingat bahwa kelalaian dalam pemeliharaan jalan nasional dapat berujung pada krisis keselamatan publik serta menggerus kepercayaan masyarakat terhadap negara. (Asep)