MEDIASERUNI.ID – Siapa yang bisa menyangkal peran vital media massa dalam kehidupan bernegara? Dalam sistem demokrasi, media bukan sekadar pelengkap, melainkan garda terdepan yang menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan kepentingan publik.

Tanpa kehadiran media, jalannya pemerintahan bisa seperti perahu tanpa layar, terombang-ambing tanpa arah dan ‘kompas moral’. Media memberikan arah, navigasi, sekaligus cermin bagi pemerintah untuk menilai apakah langkahnya sesuai dengan kehendak rakyat.

Pemerintahan yang sehat sangat bergantung pada keterbukaan informasi, dan disinilah media mengambil peran sentral sebagai jembatan antara negara dan masyarakat. Informasi mengenai kebijakan, program, dan keputusan penting negara disampaikan kepada publik secara luas dan cepat melalui media.

Baca Juga:  Ledakan Guncang PT Pertamina EP Subang, Dua Pegawai Mengalami Luka Bakar

Kecepatan dan jangkauan media menjadikannya alat strategis dalam membangun kesadaran kolektif, serta mendidik masyarakat tentang hak dan kewajiban mereka dalam kehidupan berbangsa.

Lebih dari itu, media massa, baik cetak, elektronik, maupun digital (baca; media arus utama, berkontribusi besar dalam membentuk opini publik dan budaya sosial. Ia tidak hanya memberitakan peristiwa, tetapi juga mengarahkan persepsi dan wacana publik terhadap isu-isu penting.

Kehadiran media telah menciptakan ruang diskusi yang dinamis, mendorong masyarakat untuk berpikir kritis, dan tidak jarang memicu lahirnya gerakan sosial yang membawa perubahan nyata.

Fungsi media juga mencakup pemberian ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan pendapat, keluhan, bahkan kritik terhadap pemerintah. Dalam hal ini, media bertindak sebagai corong rakyat, memastikan suara dari pelosok pun bisa terdengar di pusat kekuasaan.

Baca Juga:  Ratusan Aktifis Karawang Mau Halal Bihalal di Aula Husni Hamid

Ketika media memainkan peran ini secara independen dan bertanggung jawab, maka ia berkontribusi langsung dalam penguatan partisipasi publik dan perbaikan kualitas demokrasi.

Karena itu, posisi media dalam sistem demokrasi bukan hanya sebagai penyampai berita, tetapi juga sebagai alat kontrol sosial. Media membantu menjaga transparansi pemerintahan, menekan potensi penyalahgunaan kekuasaan, serta membentuk opini yang sehat untuk arah kebijakan publik.

Menjaga eksistensi dan kemerdekaan media berarti menjaga denyut nadi demokrasi itu sendiri. Maka, upaya apa pun yang melemahkan media, sejatinya adalah ancaman bagi demokrasi. (*)