MEDIASERUNI – Gunung Sanggabuana, yang terletak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dikenal tidak hanya karena keindahan alamnya tetapi juga karena cerita-cerita mistis yang menyelimutinya.
Salah satu cerita yang paling menarik adalah tentang gubuk misterius dan sosok orang tua gaib yang sering dikaitkan dengan gunung ini.
Berdasarkan cerita yang berkembang di lingkungan masyarakat sekitar Gunung Ssnggabuana, gubuk tua tersebut berada ditengah hutan lebat Gunung Sanggabuana.
Gubuk tersebut sering terlihat oleh para pendaki dan penduduk setempat yang mencari kayu bakar dan buah-buahan. Gubuk ini tampak sederhana, terbuat dari kayu dan bambu, namun memiliki aura yang berbeda.
Banyak yang percaya bahwa gubuk ini adalah tempat tinggal dari sosok gaib berupa orang tua baik hati yang menjaga gunung tersebut.
Cerita tentang orang tua gaib ini sudah menjadi legenda di kalangan masyarakat sekitar. Sosok ini digambarkan sebagai seorang pria tua dengan janggut panjang dan pakaian tradisional.
Orang tua berjanggut putih itu sering kali muncul di sekitar gubuk tersebut, terutama pada malam hari atau saat kabut tebal menyelimuti gunung.
Menurut cerita, orang tua ini bukanlah sosok yang menakutkan, melainkan penjaga yang baik hati. Ia dipercaya menjaga kelestarian alam Gunung Sanggabuana dan melindungi para pendaki dari bahaya.
Banyak pendaki yang mengaku pernah melihat sosok orang tua ini atau merasakan kehadirannya. Beberapa di antaranya bahkan mengaku pernah berbicara dengannya.
Mereka mengatakan bahwa orang tua ini memberikan nasihat dan peringatan tentang bahaya yang mungkin mereka hadapi di gunung. Ada juga yang mengatakan bahwa mereka merasa lebih tenang dan aman setelah bertemu dengan sosok ini.
Cerita tentang gubuk dan orang tua gaib yang suka menolong pendaki gunung tersesat ini telah menjadi bagian dari mitos dan kepercayaan masyarakat sekitar.
Mereka percaya bahwa menghormati sosok ini dan menjaga kebersihan serta kelestarian gunung adalah cara untuk mendapatkan perlindungan dan keberkahan.
Oleh karena itu, banyak penduduk setempat yang selalu memberikan sesajen atau doa saat mereka mendaki atau beraktivitas di sekitar Gunung Sanggabuana. (Ari/*)